PBM Universitas Maranatha Bandung Selenggarakan Pelatihan Online Guru Lokal Indonesia

Para guru peserta seminar online "Teori Pemerolehan Bahasa Tionghoa Sebagai Second Languange dan Pengajaran Bahasa Mandarin".

BANDUNG–PBM Universitas Maranatha Bandung Sabtu (11/9) lalu mengundang Associate Professor Wen Ting, Phd dari Chinese Language School of Beijing Languange and Culture University (BLCU) untuk menyampaikan seminar online bertema “Teori Pemerolehan Bahasa Tionghoa Sebagai Second Languange dan Pengajaran Bahasa Mandarin”.

Sebagai even pertama dari rangkaian seminar pelatihan guru lokal Indonesia, seminar ini menarik minat 128 orang guru bahasa Tionghoa dari Universitas Kristen Maranatha Bandung, Universitas Bunda Mulia, Pahoa College, Global University dan perguruan tinggi lainnya. Juga ikut serta dalam seminar tersebut guru dari Sekolah Penabur Bandung, Bina Bangsa School, Sekolah Trimulia, Sekolah Bintang Mulia dan sekolah lainnya.

Pada awal pelatihan, Direktur PBM Universitas Maranatha pihak Tiongkok Wang Jun menyampaikan pidato. Wang Jun menjelaskan konten khusus, proses dan link setting dari pelatihan tersebut Associate Professor Wen Ting, Phd dari Chinese Language School of Beijing Languange and Culture University (BLCU).

Para guru peserta seminar online “Teori Pemerolehan Bahasa Tionghoa Sebagai Second Languange dan Pengajaran Bahasa Mandarin”.

Terakhir dia menyampaikan harapan kepada para guru peserta pelatihan ini sekaligus mendoakan agar pelatihan ini berlangsung sukses.

Associate Profesor Wen Ting menjelaskan hubungan antara teori pemerolehan bahasa kedua dan pengajaran bahasa Mandarin dari empat hal yaitu “mengapa belajar”, “bagaimana belajar”, “bagaimana mengajar” dan “era online”.

Dia juga menyarankan agar guru bahasa Mandarin memanfaatkan karakteristik penguasaan second language siswa dan membuat skema sehingga siswa dapat menguasai bahasa Mandarin secara alami.

 Melalui seminar online ini diharapkan dapat membangun platform untuk peningkatan pembelajaran serta komunikasi dan interaksi bagi guru lokal Tionghoa Indonesia.

Selain itu juga mendorong transformasi konsep pengajaran, meningkatkan level pengajaran bahasa Mandarin, meningkatkan kemampuan implementasi kurikulum, mengkonsolidasikan dasar keterampilan mengajar serta lebih mendorong perkembangan usaha pendidikan bahasa Tionghoa Indonesia. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp