International Media

Sabtu, 21 Mei 2022

Sabtu, 21 Mei 2022

Paus Kutuk Pembantaian Warga Sipil di Bucha

Paus Fransiskus memegang bendera Ukraina

VATIKAN(IM) – Paus Fransiskusmengutuk “pembantaian Bucha” dan mengangkat bendera Ukraina yang dikirim kepadanya dari kota tempat mayat-mayat terikat ditembak dari jarak dekat, kuburan massal dan tanda-tanda eksekusi lainnya ditemukan.
“Berita terbaru dari perang di Ukraina, bukannya membawa kelegaan dan harapan, malah membawa kekejaman baru, seperti pembantaian Bucha,” katanya di akhir audiensi mingguannya di auditorium Vatikan.
“Kekejaman yang semakin menghebohkan, bahkan terhadap warga sipil, perempuan dan anak-anak yang tak berdaya. Mereka adalah korban yang darah tak berdosanya berteriak ke langit dan memohon: ‘Hentikan perang ini! Biarkan senjata diam! Berhenti menabur kematian dan kehancuran’,” lanjutnya.
“Kemarin, tepatnya dari Bucha, mereka membawakan saya bendera ini,” terangnya.
Paus membuka lipatan bendera itu mengangkatnya di depan beberapa ribu penonton, yang disambut tepuk tangan. Bendera itu tampak gelap dan bernoda serta ada tulisan di atasnya.
“Bendera ini datang dari perang, tepatnya dari kota yang mati syahid, Bucha,” lanjutnya.
Paus juga telah meminta sekelompok anak-anak pengungsi perang dari Ukraina datang kepadanya. Mereka tiba pada Rabu (6/4).
“Anak-anak ini harus melarikan diri untuk tiba di tanah yang aman. Ini adalah buah dari perang. Jangan lupakan mereka dan jangan lupakan rakyat Ukraina,” tambahnya.
Paus pun memberikan anak-anak korban perang itu hadiah telur Paskah cokelat.
Sementara itu, Kremlin mengatakan pada Rabu (6/4) bahwa tuduhan Barat pasukan Rusia melakukan kejahatan perang dengan mengeksekusi warga sipil di Bucha adalah “pemalsuan mengerikan” yang bertujuan untuk merendahkan tentara Rusia.***

Frans Gultom

Komentar