International Media

Minggu, 7 Agustus 2022

Minggu, 7 Agustus 2022

Pangeran Charles Disebut Terima Rp18 Miliar dari Keluarga Osama bin Laden 

LONDON(IM)- Keluarga Osama bin Laden diketahui telah memberikan uang sebesar £1 juta atau lebih Rp18 miliar kepada Pangeran Charles, pewaris tahkta Kerajaan Inggris. 

The Sunday Times, yang mengungkapnya, melaporkan bahwa uang sebesar itu merupakan sumbangan keluarga Osama bin Laden melalui yayasan amal Pangeran Charles. 

Osama bin Laden adalah warga Arab Saudi pendiri kelompok teroris al-Qaeda. Pria yang dianggap sebagai dalang serangan 11 September 2001 atau 9/11 di Amerika Serikat (AS) ini tewas dalam operasi pasukan khusus Amerika di Pakistan pada Mei 2011.

Meskipun tidak ada indikasi kesalahan apa pun oleh anggota keluarga bin Laden, pengungkapan itu meningkatkan pengawasan terhadap yayasan amal pangeran berusia 73 tahun tersebut, yang telah diguncang oleh tuduhan melakukan kesalahan kriminal. The Sunday Timespada Senin (1/8) melaporkan beberapa penasihatnya mendesak Pangeran Charles untuk tidak mengambil sumbangan dari keluarga Bakr bin Laden (Chairperson of the Saudi Binladin Group) dan saudaranya Shafiq—saudara tiri Osama bin Laden. 

Namun, Pangeran Charles menyetujui sumbangan ke Prince of Wales Charitable Fund (PWCF) ketika dia bertemu dengan Bakr bin Laden (76) di Clarence House, London, pada 2013. 

Ian Cheshire, ketua PWCF, mengatakan donasi itu disetujui oleh lima wali dari yayasan saat itu. Polisi Inggris pada bulan Februari meluncurkan penyelidikan terhadap yayasan amal Charles lainnya atas klaim skandal uang tunai yang melibatkan seorang pengusaha Arab Saudi.
Kepala yayasan mengundurkan diri tahun lalu setelah penyelidikan internal atas tuduhan tersebut. Michael Fawcett, kepala eksekutif yayasan, pada awalnya setuju untuk menangguhkan tugasnya menyusul pengungkapan surat kabar tentang hubungannya dengan warga negara Arab Saudi. Pria Saudi tersebut, taipan Mahfouz Marei Mubarak bin Mahfouz, telah menyumbangkan sejumlah besar uang untuk proyek restorasi yang menarik bagi Pangeran Charles. 

Fawcett, mantan pelayan Pangeran Wales yang telah dekat dengan pewaris takhta Ratu Elizabeth II selama beberapa dekade, diduga telah mengoordinasikan upaya untuk memberikan status bangsawan kerajaan dan bahkan kewarganegaraan Inggris kepada Mahfouz. 

Mahfouz dilaporkan membantah melakukan kesalahan. Komisi Amal, yang mendaftarkan dan mengawasi badan amal di Inggris dan Wales, mengatakan pada November bahwa pihaknya telah membuka penyelidikan resmi terhadap sumbangan yang diterima oleh yayasan amal Mahfouz yang ditujukan untuk yayasan Pangeran Charles. Yayasan Pangeran Charles, didirikan pada tahun 1986, tidak diatur oleh Komisi Amal tetapi terdaftar di Regulator Amal Skotlandia.  

Frans Gultom

Komentar

Baca juga