Pandemi Makin Terkendali di Jakarta, Anies Ingatkan Warga Tidak Lengah

Ilustrasi Covid-19

JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengingkatkan warga DKI atau mereka yang beraktivitas di Jakarta untuk tidak lengah di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang makin terkendali.

Salah satu indikator pandemi Covid-19 yang makin terkendali adalah positivity rate atau persentase kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir yang sudah berada di angka 1,5%.

“Tidak henti-hentinya saya mengingatkan kepada semuanya, jangan lengah, tetap saling menjaga, melindungi, kompak disiplin prokes 6M,” ujar Anies di Jakarta, Kamis (16/9).

Anies juga minta warga untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19 untuk melindungi diri dan orang lain dari keterpaparan dan keterparahan akibat Covid-19. Anies menegaskan semua jenis vaksin Covid-19 aman, halal, dan gratis sehingga tidak perlu takut atau khawatir untuk disuntik vaksin.

“Bagi yang belum vaksin, mari segera ikuti vaksinasi. Semoga Allah SWT selalu melindungi Kota Jakarta dan warganya yang sedang berjuang melewati masa pandemi ini,” tandas Anies.

Apalagi Anies mewajibkan setiap orang yang melakukan aktivitas di tiap-tiap sektor sudah divaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama, tetapi vaksinasi yang utama adalah dosis lengkap (hingga 2 dosis). Kecuali, kata Anies, bagi penduduk yang masih dalam masa tenggang tiga bulan pascaterkonfirmasi Covid-19 dengan bukti hasil laboratorium, serta penduduk yang kontraindikasi dilakukan vaksinasi Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan medis dengan bukti surat keterangan dokter, dan anak-anak usia kurang dari 12 tahun.

“Bagi masyarakat yang telah divaksin, dapat melampirkan bukti status telah divaksin pada aplikasi Jakarta Kini (Jaki), sertifikat vaksinasi yang dikeluarkan oleh PeduliLindungi.id, dan atau bukti vaksinasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang,” ungkap Anies.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, total warga yang sudah menerima vaksinasi dosis 1 di Jakarta sebanyak 10.143.670 orang atau 113,4% dari target vaksinasi di Jakarta sebanyak 8.941.211. Dari jumlah yang sudah tervaksin dosis 1, sebanyak 63% merupakan warga ber-KTP DKI dan 37% warga KTP non-DKI.

Adapun total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 7.115.084 orang (79,6%), dengan proporsi 64% merupakan warga ber-KTP DKI dan 36% warga KTP non-DKI. Karena masih banyak warga DKI Jakarta yang belum divaksin, Pemprov DKI menambah target vaksinasi menjadi 11.426.456 orang.

Menjauh
Hingga saat ini, positivity rate atau persentase kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir di Jakarta berada di angka 1,5 %. Angka ini terus menjauh dari ambang batal ideal positivity rate yang ditetapkan oleh WHO, yakni 5%. Persentase kasus positif secara total sebesar 14,2%.

Padahal, dalam sepekan terakhir, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan tes PCR sebanyak 123.082 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 1.846 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 121.236 orang dinyatakan negatif Covid-19. Jumlah tes PCR ini sudah melampaui standar minimun yang ditetapkan WHO, yakni 10.645 orang dites PCR per minggu di Jakarta. Hal ini berarti, jumlah tes PCR di Jakarta sudah 12 kali lipat dari standar WHO.

Jumlah kasus aktif di Jakarta per 15 September juga turun sejumlah 79 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 3.289 baik orang yang masih dirawat atau yang menjalani isolasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.066 orang yang menjalani perawatan di 140 RS rujukan di Jakarta dan sebanyak 2.223 orang menjalani isolasi mandiri.

Sehari sebelumnya, jumlah kasus aktif sebanyak 3.368 kasus dengan perincian 1.100 orang yang dirawat dan sebanyak 2.454 orang yang menjalani isolasi mandiri.

Jumlah kasus aktif saat ini turun tajam sebanyak 109.849 atau turun 33 kali lipat dibandingkan puncak kasus aktif di Ibu Kota yang terjadi pada 16 Juli 2021 lalu. Pada saat itu, jumlah kasus aktif mencapai angka 113.138 kasus dengan perincian 88.295 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi dan sebanyak 24.843 pasien Covid-19 yang dirawat. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp