International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

OJK Kejar Target Pencapaian Inklusi Keuangan

PURWOKERTO – Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sophia Isabella Wattimena mengatakan,  OJK terus berupaya mengejar target pencapaian inklusi keuangan yang sebesar 90 persen pada 2024 seperti yang ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Nah, bagaimana caranya kita bisa meningkatkan inklusi (keuangan), tentunya dengan berbagai kegiatan yang membumi dan ini adalah salah satunya,” kata Sophia  di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (22/10).

Shopia mengatakan hal itu saat memberi sambutan dalam pembukaan kegiatan Pasar Keuangan Rakyat dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2022 yang digelar Kantor OJK Purwokerto di pelataran parkir Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, 22-23 Oktober 2022.

Dilansir dari Antara,  ia mengatakan, Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2022 mengusung tema “Inklusi Keuangan Meningkat, Perekonomian Semakin Kuat”.

Dalam kesempatan tersebut, dia menceritakan tentang kondisi perekonomian dunia termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Indonesia. “Tapi UMKM ini sungguh suatu tonggak perekonomian yang perlu kita jaga, perlu kita dorong pertumbuhannya,” kata Sophia.

Ia  berharap kegiatan Pasar Keuangan Rakyat yang digelar KOJK Purwokerto bisa memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Pasalnya Pasar Keuangan Rakyat tidak hanya berasal dari perbankan maupun lembaga jasa keuangan, juga berbagai UMKM.

Dia juga mengharapkan lembaga jasa keuangan dan sistem keuangan bisa berkolaborasi serta bersinergi. “Kami lihat juga ada dukungan dari bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), kemudian dari IJK (Industri Jasa Keuangan) yang lain, Bank Indonesia, dan Forkompimda,” katanya.

Lebih jaug ia mengatakan hal itu merupakan kolaborasi yang luar biasa dan diharapkan benar-benar membangkitkan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala KOJK Purwokerto Riwin Mihardi mengatakan Pasar Keuangan Rakyat sebenarnya merupakan kegiatan tahunan yang digelar KOJK Purwokerto namun sempat terhenti karena pandemi. “Jadi ini memang cara kami di Otoritas Jasa Keuangan Purwokerto untuk semakin mendekatkan OJK dengan lembaga-lembaga keuangan dan masyarakat,” katanya.***

Vitus DP

Komentar