Wednesday, 08 February 2023

Wednesday, 08 February 2023

OCBC NISP Optimistis Bisnis Cash Management Tumbuh 2 Digit

JAKARTA – Bank OCBC NISP optimistis bisnis cash management atau pengelolaan di bidang corporate banking akan tumbuh dua digit di tahun 2023, meski di tengah tren kenaikan suku bunga dan masa transisi pandemi.

“Di 2023 harusnya bisa dua digit karena di tahun 2022 juga pencapaiannya sudah tumbuh dua digit,” kata Cash Management Division Head Bank OCBC NISP Amran Setiawan usai acara Media Gathering di Jakarta, seperti dikutip dari Antara,  Kamis (5/1).

Amran mengatakan, optimisme tersebut seiring dengan telah dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir tahun lalu.

Dari segi performa finansial, bisnis management cash di bidang korporasi diukur dari neraca dan penerimaan yang meliputi pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) serta pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI).

Di tahun 2022, kinerja keduanya baik neraca maupun penerimaan sudah melebihi target yang ditetapkan, sehingga pada tahun ini akan lebih baik lagi.

Sementara kinerja dari segi nonfinansial, Arman mengungkapkan terdapat target dari cross functional maupun onboarding digital pada tahun lalu. Dengan demikian pada tahun ini, kedua langkah tersebut bersama self service menjadi strategi bisnis cash management.***

“Di tahun 2023, key performance indicator (KPI) atau indikator performa kunci kinerjanya tidak terlalu banyak berubah, tetap di neraca, penerimaan, dan aspek non finansial,” tuturnya.

Untuk pengelolaan dana bisnis, terdapat tiga solusi yang ditawarkan Bank OCBC NISP, yakni penyediaan 13 mata uang dalam satu rekening, transaksi forex dengan kurs real time dan kompetitif, serta kemudahan transaksi via aplikasi Velocity kapan saja dan dimana saja.

Amran juga melihat sektor logistik, pendidikan, hingga kesehatan berpotensi untuk semakin melebarkan sayapnya dengan melakukan ekspansi bisnis di tahun 2023. “Sektor-sektor ini bahkan tidak hanya memiliki potensi dalam berekspansi di tahun 2023, tetapi untuk jangka panjang ke depannya,” ungkap Amran.

Ia menjelaskan sektor logistik memiliki potensi yang besar untuk ekspansi bisnis seiring dengan mobilisasi yang semakin membaik saat ini. Adapun guna mendukung sektor ini, OCBC NISP telah berpartisipasi dalam program pemerintah, yakni National Logistics Ecosystem (NLE).

Kemudian untuk sektor pendidikan, ekspansi kemungkinan terjadi dalam jangka panjang lantaran sektor tersebut tak ada matinya, alias terus diminati masyarakat seiring kebutuhan kehidupannya.

Sama halnya dengan pendidikan, sektor kesehatan juga sangat dibutuhkan masyarakat dan tak pernah mati bahkan saat pandemi COVID-19 melanda.

Amran mengatakan Bank OCBC NISP memahami bahwa bisnis memiliki ambisi untuk terus berekspansi menjadi lebih kuat, beroperasi secara efisien, dan menjadi top of mind di mata konsumen

“Untuk itu, bank berusaha mewujudkan ambisi para pemilik bisnis dengan solusi komprehensif yang tidak hanya berfokus pada perbankan, namun juga memberikan nilai lebih untuk kestabilan bisnis dengan dukungan regional,” katanya.

Dalam membantu dunia usaha berekspansi, ia menyebutkan Bank OCBC NISP memiliki beberapa solusi, yakni pembiayaan dan modal usaha, dimana bank juga mendukung pembiayaan hijau yang terdiri dari ESGF Hazardous and Toxic Waste serta ESGF Water and Wastewater Treatment.

Solusi lainnya yaitu pembiayaan rantai pasok yang meliputi supplier financing, distributor financing, dan receivable purchase, pengumpulan modal lewat pasar modal dan ekuitas, serta kemudahan mengecek outstanding trade loan dan pengajuan bank garansi di aplikasi Velocity. pan

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media