International Media

Sabtu, 21 Mei 2022

Sabtu, 21 Mei 2022

Neraca Perdagangan RI pada Maret Surplus US$4,53 Miliar

Kepala BPS Margo Yuwono.

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$4,53 miliar pada Maret 2022 dengan nilai ekspor US$26,50 miliar dan impor US$21,97 miliar.

“Kalau dari catatan kami, neraca perdagangan ini mengalami surplus selama 23 bulan secara beruntun,” kata Kepala BPS Margo Yuwono saat konferensi pers di Jakarta, Senin (18/4).

Dilansir Antara, Margo  menjelaskan, komoditas nonmigas penyumbang surplus terbesar berasal dari bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. “Ketiganya adalah komoditas nonmigas yang memberikan andil terhadap surplus di Maret 2022,” ujar Margo.

Adapun tiga negara penyumbang surplus terbesar yaitu perdagangan dengan Amerika Serikat, India dan Filipina.

Dengan AS, perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$2 miliar dengan komoditas penyumbang surplus terbesar adalah lemak dan minyak hewan nabati serta alas kaki.

Kemudian, perdagangan RI dengan India juga mengalami surplus sebesar US$1,2 miliar dengan penyumbang surplus terbesar adalah bahan bakar mineral, serta minyak hewan nabati.

Terakhir yakni dengan perdagangan dengan Filipina yang juga surplus US$916,9 juta, di mana komoditas utama penyumbang surplus adalah bahan bakat mineral, serta kendaraan dan bagiannya.

Sebaliknya, perdagangan Indonesia juga mengalami defisit dengan beberapa negara, yaitu Thailand, Australia dan Argentina.

Dengan Thailand, Indonesia mengalami defisit US$565,6 juta, dengan komoditas utama penyumbang defisit adalah gula dan kembang gula, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya.

Selain itu, transaksi perdagangan RI dengan Australia juga mengalami defisit US$515 juta dengan komoditas penyumbang defisit yang utama adalah bahan bakar mineral dan serealia.

Kemudian, perdagangan Indonesia dan Argentina juga terjadi defisit US$261,6 juta dengan komoditas serealia.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Maret 2022 masih mengalami surplus US$9,33 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2021 yang angkanya surplus US$5,52 miliar dan pada 2020 yang angkanya surplus US$ 2,54 miliar. “Angka surplus ini cukup tinggi, mudah-mudahan surplus ini terus meningkat dan bisa memberikan dampak terhadap pemulihan ekonomi di Indonesia,” kata Margo.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga