Nelayan Diminta Tidak Sewakan Kapalnya untuk Pemudik

Ilustrasi

SURABAYA – Ditpolairud Polda Jawa Timur (Jatim) meminta para nelayan untuk tidak menyewakan kapalnya untuk para pemudik. Selain bahaya karena saat ini gelombang yang masih tinggi, pelarangan mudik ini dilakukan demi memutus mata rantai penularan Covid-19.

Larangan mudik mengacu pada Surat Edaran (SE) Kepala Satuan Tugas Nomor 13 Tahun 2021 tentang Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian Covid-19 selama bulan suci Ramadhan 1441 H. Salah satu poin dalam SE tersebut adalah, pelarangan mudik lebaran mencakup transportasi jalur darat, kereta api, jalur laut, udara, dan lintas kabupaten/provinsi/negara.

“Dari awal puasa kita sudah mengimbau, memberikan pemahaman pada masyarakat pesisir dan nelayan, khususnya, tentang alasan kenapa tidak boleh mudik. Alasannya dulu kita sampaikan terkait perkembangan Covid-19 di global ini,” kata Dirpolairud Polda Jatim Kombes Arnapi, Kamis (29/4).

Pihaknya sudah mendatangi para pemilik kapal dan mengimbau agar tidak menyewakan kapalnya untuk kegiatan mudik. Dia juga memerintahkan ke seluruh jajaran yang ada Satpolair-nya di polres-polres untuk mendatangi pemilik kapal dan para nelayan. Di meminta agar pada tanggal 6 hingga 17 Mei itu, jika ada yang menyewa agar tidak dilayani.

“Kami mengimbau pihak Syahbandar tak memberikan izin berlayar pada kapal saat larangan mudik 6 hingga 17 Mei 2021,” terangnya.

Lebih jauh Arnapi menyatakan, ada sejumlah wilayah di Jatim yang rawan melakukan praktik mudik dengan menyewa kapal nelayan. Seperti Jember, Probolinggo, Situbondo ke arah Madura. Biasanya mereka mudik menggunakan kapal nelayan pada Hari Raya Idul Adha. “Kalau Idul Fitri itu tidak terlalu banyak. Tapi tetap kami antisipasi mengikuti kebijakan pemerintah,” jelasnya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp