Nathan Sempat Bicara ke Istrinya Sudah Dikepung KKB, Lalu Telepon Mati

Guru Jonathan sempat telepon istrinya, di Toraja. Ia mengatakan sudah terkepung KKP Papua,. Tak lama kemudian telepon mati

TORAJA – Yonathan Renden, guru korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, dimakamkan di Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Isak tangis histeris ratusan keluarga dan kerabat iring jenazah almarhum ke peristirahatan terakhir.

Yonathan Renden diupacarakan secara resmi oleh PGRI, dan dimakamkan Rabu (14/4) sore, di Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Istri dan kedua orangtua Yonathan tak berhenti menitikan air mata saat jenazah hendak dimakamkan. Bahkan, orangtua Yonathan yang tak kuasa menahan kesedihan jatuh pingsan.

Yonathan atau biasa dianggl Nathan, menjadi korban penembakan KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Yonathan ditembak saat hendak menutupi jenazah Oktovianus Rayo, rekan seprofesinya.

Nathan dimakamkan disebuah Patane (kuburan berbentuk rumah khas Toraja). Nampak ratusan keluarga dan kerabat mengantar yonathan ke patane tersebut.

Alumni UKI Toraja jurusan Matematika itu tewas ditembak di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada Jumat (9/4) lalu.

Istri Nathan, Dewi Gita Paliling (21) menceritakan, sebelum kejadian, suaminya sempat menghubungi dirinya lewat telefon. Saat itu, Nathan mengaku telah dikepung KKB. Belum lama berbicara, telefon mati Dewi makin panik dan mencoba menghubungi beberapa kerabat Yonathan namun juga tak menjawab.

“Ia (Yonathan) bilang kami sudah dikepung, tapi belum lama bicara telefon mati,” ucap Dewi.

Beberapa saat kemudian, Dewi kembali menghubungi Yonathan. Namun yang mengangkat telefon bukan Yonathan, melainkan orang yang tidak dikenal.

“Saya telefon lagi tapi saat itu putus-putus, intinya bukan suara suami saya, yang angkat telefon tidak ku kenal,” ujarnya.

Dewi mengetahui bahwa suaminya sudah meninggal dunia melalui media sosial Facebook. Di mana sejumlah kerabat Yonathan membuat status ucapan duka.

“Dari Facebook, pas kubuka langsung beberapa teman kirim ucapan duka dan posting foto suamiku,” lanjut Dewi bercerita.

Yonathan meninggalkan dua orang anak. Perempuan dan laki-laki. Anak pertamanya bernama Kirannuan berusia dua tahun. Kemudian bayi laki-lakinya yang masih berusia enam bulan bernama Arkana.

“Yang satu ini (Arkana) belum dilihat langsung oleh Yonathan, terakhir waktu masih dalam kandungan,” ungkap Dewi sambil mengusap air matanya.

Saat melahirkan Arkana, sambung Dewi, kami komunikasi lewat video cal. Dikatakan, Yonathan merantau ke Papua kurang lebih tiga tahun. Terkahir Yonathan pulang ke Toraja pada awal 2019.

“Saat mau kembali ke Papua, ia bilang jaga anak kita dengan baik,” pungkas Dewi.

Sebagai informasi, Yonathan merupakan salah satu guru di SMP 1 Beoga, Papua. Selain Yonathan, satu warga Toraja lainnya menjadi korban penembakan KKB. Adalah Oktovianus Rayo (42) yang tewas ditembak KKB pada Kamis (8/4). Sehari-hari Oktovianus bertugas di SD Jambul, Distrik Beoga, sekitar tiga kilometer dari kampung Julugoma.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp