Muncul Nama Fadli Zon, Setya Novanto hingga Jusuf Kalla di Sidang Kasus Suap Rohadi

Suasana sidang kasus suap Rohadi.

JAKARTA  –  Sidang lanjutankasus suap, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan terdakwa Mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi,  kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/3) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Dalam persidangan muncul sejumlah nama tokoh nasional, di antaranya mantan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Kemudian nama mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) hingga nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Nama-nama tokoh itu muncul saat Direktur PT Maju Santosa Cemerlang, Ali Darmadi bersasi untuk terdakwa Rohadi.

Awalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Ali Darmadi, di persidangan. Dalam BAP-nya, Jaksa membeberkan bahwa Ali Darmadi mengakui pernah diperlihatkan foto Rohadi bersama Jusuf Kalla, Fadli Zon, hingga Setya Novanto. 

“Saudara menjelaskan, akhir tahun 2014, saya pernah melihat foto Rohadi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Fadli Zon, Setya Novanto, serta Hakim Agung yang dikirimkan melalui BBM ke saya. Tahu dari mana hakim agung?,” ujar Jaksa KPK, Kresno Anto Wibowo saat membacakan BAP milik Ali Dharma di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (18/3). 

Ali Darmadi mengakui keterangan yang tertuang dalam BAP tersebut. Namun, Ali mengklarifikasi sejumlah pernyataannya tersebut. Ia menjelaskan bahwa Rohadi memamerken foto bersama sejumlah tokoh nasional tersebut saat menyambangi bengkel miliknya, bukan melalui BBM (BlackBerry Messenger). 

“Jadi begini. Maksudnya diperlihatkan kepada saya. Karena ngobrol di bengkel, diperlihatkan saya pernah foto di sini, waktu umrah gitu kan ada fotonya. Iya pak dia datang, ngobrol-ngobrol memperlihatkan foto kepada saya,” ungkapnya

Dalam surat dakwaan yang disusun Jaksa KPK, Ali Darmadi disebut pernah memberikan uang sebesar Rp1,6 miliar kepada Rohadi. Uang itu diduga untuk mengurus sejumlah gugatan perkara perdata Ali Darmadi dengan pihak lain, baik di tingkat banding maupun kasasi di Mahkamah Agung (MA). Dalam perkaranya, Rohadi didakwa menerima suap dengan total Rp4.663.500.000 (Rp4,6 miliar), kemudian gratifikasi dengan nilai Rp11.518.850.000 (Rp11,5 miliar). Sedangkan terkait perkara TPPU, Rohadi didakwa mencuci uang hasil suap dan gratifikasinya sejumlah Rp40.598.862.000 (Rp40,5 miliar).***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp