MUI: Bom Bunuh Diri di Daerah Damai Hukumnya Haram

Ilustrasi

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan, melakukan bom bunuh diri di daerah damai hukumnya haram. Pernyatan ini sebagai tanggapan atas serangan teroris di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri.

Pernyata yang  ditandatangani Miftachlul Akhyar selaku Ketua Umum MUI,  diterbitkan setelah mendengar penjelasan dan masukan dari berbagai pihak, serta mempertimbangkan berbagai hal, terutama Fatwa MUI nomor 3 tahun 2004 tentang Terorisme.

Dalam pernyataan itu, MUI menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarganya.

MUI menegaskan bahwa peledakan bom yang menyebabkan kerusakan dan korban hilangnya nyawa merupakan tindakan teror yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama.

“Bom bunuh diri di daerah damai (dar al-shulh/dar al-salam/dar al-da’wah) hukumnya haram dan bukan merupakan tindakan mencari kesyahidan (‘Amaliyah al-Istisyhad), tapi merupakan salah satu bentuk tindakan keputus- asaan (al-ya’su) dan mencelakakan diri sendiri (ihlak an-nafs).” Demikian bunyi poin kedua dari pernyataan MUI tersebut, Kamis (1/4).

Ketiga, MUI mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak bersikap reaktif serta mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada aparat yang berwenang. MUI juga mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dalam rangka pencegahan terkait dengan aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan ideologi dan agama tertentu.

MUI dalam hal ini juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengarus-utamakan Wasathiyatul Islam, yaitu pemahaman agama yang berpegang pada metodologi penetapan hukum (manhajiy), dinamis (tathawwuriy), mengedepankan paham (tawassuthy).

“Sehingga menjaga diri dari sikap ekstrem, baik dalam bentuk berlebih-lebihan menjalankan agama (ifrath) maupun meremehkan perkara agama (tafrith),” tulis dalam surat pernyataan MUI.

MUI mengapresiasi aparat penegak hukum yang telah bergerak cepat merespon peristiwa tersebut dan mendorong agar dilakukan pengusutan secara tuntas perstiwa tersebut secara jujur dan adil, demi memulihkan ketenangan dan kepercayaan asyarakat.

“Demikian pernyataan ini kami sampaikan, semoga dapat dijadikan pedoman bagi semua pihak dalam menyikapi peristiwa tersebut, agar di kemudian hari tidak terulang kembali,” katamya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp