MU Praktis Berharap Trofi Liga Europa dan Finis Empat Besar Liga Inggris

Ole Gunnar Solskjaer dan Luke Shaw, saling dukung demi Manchester United. (foto ist)

MANCHESTER –  Manchester United  (MU) hanya  sampai babak perempatfinal Piala FA musim ini,  usai dikandaskan Leicester City dengan skor 1-3 di King Power Stadium, Senin (22/3) dinihari WIB lalu.

Dengan demikian, praktis  Setan Merah  tinggal  berharap untuk  sampai finis empat besar di Premier League dan trofi Liga Europa.

Saat ini MU memang berada di posisi kedua dengan 57 poin dari 29 laga, tapi cuma unggul satu poin dari Leicester di posisi ketiga dan delapan poin dari West Ham United di posisi kelima.

Dengan liga menyisakan sembilan pekan lagi, maka kemungkinan MU tergusur masih terbuka lebar. Selain itu, MU juga harus mempertahankan langkah di Liga Europa.

 Dengan tersingkirnya Tottenham Hotspur, maka pesaing terberat MU di kompetisi itu tinggal Arsenal, Ajax Amsterdam dan AS Roma. MU berpeluang lolos ke semifinal karena  hanya menghadapi Granada di perempatfinal bulan depan.

“Kami masih punya Liga Europa dan Premier League.  Tentu saja kami ingin ke Wembley, tapi kami harus fokus ke sisa laga musim ini. Kami berada di posisi yang bagus di Liga Europa dan kami ingin terus lebih baik. Tentu saja Leicester menguntit kami, jadi itu tidak akan mudah. Tapi kami ingin terus bertahan di empat besar dan melaju sejauh mungkin di Liga Europa,” kata manajer MU Ole Gunnar Solskjaer seperti dikutip BBC Sport.

Eks pemain Liverpool, Danny Murphy, menilai bahwa skuad MU saat ini tak cukup bagus untuk berkompetisi.  “Mereka tak bisa beralasan kelelahan untuk kekalahan dari Leicester di Piala FA dan skuad mereka tak cukup kuat. United berkompetisi di Liga Europa itu tak cukup bagus, pertama dan yang utama, para pendukung tahu itu, klub tahu itu, dan Ole tahu itu,” kata Murphy di TalkSport.

Masa depan  Solskjaer di MU  juga memang tengah dipertaruhkan. Menurut Murphy,  hanya raihan trofi yang bisa menyelamatkan Solskjaer dari pemecatan.

“Tak melaju di Liga Champions sungguh pukulan yang sangat-sangat besar bagi mereka. Ya, mereka akan masuk empat besar tapi mereka seharusnya begitu. Dia  (Solskjaer) dalam posisi, bagi saya, di mana Liga Europa, bagi saya menjadi monumen tak untuknya dan klub. Saya menyukai dia dan saya bukan seseorang yang ingin melihat manajer dipecat dan saya berpikir mereka telah membuat langkah maju, tapi Manchester United harus lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, apa pun hasil di akhir kompetisi musim ini,  MU melakukan perubahan yang signifikan. “Andai mereka tak menang Liga Europa dan hanya finis empat besar, atau apa pun hasilnya di akhir kompetisi,  maka saya pikir mereka akan membuat perubahan,”  tandas Murphy.

Di tengah sorotan terhadap  Solskjaer, bek sayap Manchester United, Luke Shaw, justru memuji keterampilan  sang manajer dalam memberikan pelatihan. Hal itu ia rasakan sendiri bagaimana Solskjaer mampu membawanya menuju posisi lebih baik setelah berada dalam posisi terpuruk.

Sebelum kedatangan Solskjaer, Shaw menghadapi masa-masa yang berat di bawah kepemimpinan Jose Mourinho. Bahkan pada situasi tersebut, pemain berpaspor Inggris itu harus menghadapi kenyataan dengan kehilangan kepercayaan diri.

Namun, sejak kehadiran Solskjaer, Shaw menjadi sosok yang berbeda. Musim 2020-2021 pun dapat dikatakan menjadi musim yang tak terlupakan untuknya karena berhasil menunjukkan konsistensi yang mengesankan.

 “Man-management-nya tidak ada duanya. Cara ia bertingkah laku dalam hal bagaimana ia berbicara kepada pemain, itu mendapatkan yang terbaik dari. Ia menangani situasi dengan sempurna, dalam hal apa yang dibutuhkan, terutama di klub besar seperti Manchester United,” ujarnya. Setelah jeda internasional dua pekan, Manchester United akan menghadapi Brighton & Holve Albion 4 April. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp