MTP Bandung Sukses Adakan Vaksinasi Massal, Selama Lima Hari 2.729 Lansia Divaksin

Seluruh pengurus YDSP Bandung berfoto bersama para relawan.

BANDUNG –Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) Bandung 15-19 Maret menyelenggarakan vaksinasi massal bagi lansia di Rumah Abu Seratus Marga YDSP Bandung.

Selama lima hari penyelenggaraan  sebanyak 2.729 lansia divaksinasi. Pada Jumat (19/3) lalu kegiatan ini ditutup.

Pengurus PSMTI Jawa Barat dan relawan berfoto bersama.

Seluruh relawan dan tokoh berfoto bersama.

Dalam upacara penutupan tersebut, Ketua panitia vaksinasi Dr Djoni Toat SH,MM menyatakan terima kasih atas kerja keras dan peran aktif seluruh relawan.

Pimpinan MTP Bandung Herman Widjaja menyatakan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemkot Bandung dan Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Herman Widjaja dan istri berfoto bersama para relawan Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Dia juga menyatakan terima kasih kepada tenaga kesehatan berbagai institusi medis.

Selain itu juga dukungan dan bantuan pihak TNI dan Polri dalam memelihara ketertiban. Serta persatuan dan kesatuan para mahasiswa, PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Jawa Barat serta relawan dari berbagai komunitas Tionghoa yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab di setiap bidang masing-masing.

Herman Widjaja, Dr Djoni Toat, Kombes Ulung Sampurna J dan Wakapolrestabes berfoto bersama.

Dr Djoni Toat, Herman Widjaja, Mayjen TNI Wawan Ruswandi, Zhang Li dan petugas Polri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung dr Yorisa Sativa menyatakan pada kenyataannya, banyak lansia yang tertarik pada vaksinasi. Hal tersebut tampak jelas dari jumlah warga yang mendaftarkan diri sebanyak 3.380 orang. Namun tidak semua yang mendaftarkan diri dapat divaksinasi. Karena adanya masalah kesehatan.

Sebagian tenaga medis yang berpartisipasi  dalam kegiatan baksos.

dr Shen Guo Xian, Direktur RS Kebon Jati dr Yunandi Surya Utama, Direktur RS Advent Bandung Dr. dr. Roy David Sarumpaet dan Dr Djoni Toat.

“Adapula yang belum mendaftarkan diri. Namun kami telah membantu mereka untuk dapat divaksinasi di lokasi lainnya,” imbuhnya.

Ketua Koordinator Klinik YDSP dr Yenny N dalam pidatonya menyampaikan laporan terkait masalah medis.

Vaksinasi lansia yang berlangsung di Rumah Abu Seratus Marga memperoleh perhatian banyak pihak.

Dr Djoni Toat, Herman Widjaja berfoto bersama mahasiswa dan relawan Fakultas Kedokteran.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna J S.IK,MH bersama Wakapolrestabes dan staf pada Selasa (16/3) lalu mengunjungi lokasi kegiatan baksos tersebut. Sedangkan Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri Kodiklatad Mayjen TNI Wawan Ruswandi, SIP, MSi, mantan TA Pengajar Bid. Strategi Lemhannas Mayjen Mindarto dan keluarga juga datang ke lokasi kegiatan.

Mereka semua mengapresiasi sikap kerja tim MTP Bandung dan para sukarelawan yang telah mengatur pelaksanaan kegiatan dengan tertib sekaligus mematuhi protocol kesehatan. Semua yang hadir mengenakan masker dan menjaga jarak sosial.

Baik Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna J S.IK,MH maupun Mayjen TNI Wawan Ruswandi, SIP, MSi memuji kontribusi tim MTP Bandung sehingga dapat mengurangi beban keluarga kurang mampu sekaligus memelihara keamanan kota Bandung sejak merebaknya wabah Covid-19 setahun terakhir ini.

 Selain itu juga mengulurkan tangan untuk membantu penderitaan masyarakat dengan cinta dan kepedulian. Khususunya dengan membantu memberikan bantuan APD kepada institusi medis yang membutuhkan. Terutama membantu pemerintah kota Bandung, Dinas Kesehatan Kota Bandung dan lainnya.

Sekaligus menghimpun kerjasama berbagai pihak untuk memutus mata rantai penyebaran dengan melaksanakan kegiatan vaksinasi. Semua aksi nyata ini menjadi bukti. Sehingga semua orang merasa terharu dan berterima kasih. Semoga Tuhan membalas kebaikan yang dilakukan.

Dalam vaksinasi kali ini, Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) Bandung bersama dengan PSMTI Jabar dapat dikatakan telah mengerahkan semua anggota, perwakilan berbagai komunitas Tionghoa untuk berpartisipasi dalam berbagai tugas. Juga ada para dokter muda mahasiswa kedokteran Universitas Maranatha Bandung, mahasiswa Universitas Widyatama dan tim dokter junior lainnya menyatakan amat bersyukur bisa berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan ini.

Mereka memperoleh pujian dan ucapan terima kasih dari berbagai pihak secara online. Termasuk surat ucapan terima kasih dari

yang bersyukur bisa ikut serta dalam karya yang bermanfaat bagi masyarakat sosial ini.

Dari pujian dan terima kasih dari semua pihak di Internet, termasuk surat ucapan terima kasih yang dikirimkan oleh kelompok Wanita Katolik Indonesia (WKRI). Sehingga kita dapat mengetahui kerja keras semua pihak dalam kegiatan ini tidak sia-sia. Juga benar-benar telah merefleksikan makna dari persatuan adalah kekuatan. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp