Mobil Pajero Bernopol Aneh, Sopirnya Punya SIM ‘Negara Sunda Nusantara’

SIM Kekaisaran Sunda Nusantara

JAKARTA – Pengemudi mobil Mitsubishi Pajero Sport diberhentikan polisi di ruas Tol Cawang, Rabu (5/5). Mobil itu dihentikan karena menggunakan pelat nomor polisi (nopol) aneh, yakni SN 45 RSD.

Pengemudi bernama Rusdi Karepesina itu mengaku berasal dari Negara Kekaisaan Sunda Nusanatara. Hal itu terlihat dari surat kendaraan yang dikeluarkannya. Tentu saja surat keterangan itu tak berlaku di Indonesia.

Dalam surat berbentuk kartu itu tertulis bahwa keterangan kendaraan dikeluarkan oleh ‘Majelis Agung Sunda Archipelago Sekretaris Jenderal Agung MASA Menteri Senior Ekonomi dan Keuangan’.

Rusdi disebutkan beralamat di Pondok Kepala, Duren Sawit, Jakarta. Surat itu ditandatangi Ahmad Fauzi yang disebut sebagai ‘Menteri Senior Ekonomi dan Keuangan’ pada 21 Februari 2020.

Bahkan, Rusdi juga mengeluarkan surat izin mengemudi (SIM) versi ‘Negara Kekaisaran Sunda Nusantara’ yang disebut surat kelayakan mengemudi (SKM). Di sana dituliskan, Rusdi merupakan pria kelahiran Ambon.

Akibat ulahnya, Rusdi diamankan ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pihaknya langsung menilang pengendara Mitsubishi Pajero Sport bernopol polisi SN 45 RSD.

“Kita tilang berdasarkan Undang-Undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” kata Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu (5/5).

Selain penilangan, saat ini penyidik Polda Metro Jaya juga tengah menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam perkara tersebut.

“Kita akan koordinasi dengan penyidik reserse apakah ada pelanggaran pidananya,” kata Sambodo.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Sat PJR Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan saat ini kendaraan dengan pelat dan identitas palsu tersebut ditahan di Mapolda Metro Jaya. Polisi juga mengamankan dua pria yang ada di dalam kendaraan tersebut untuk dimintai keterangan.

“Kita amankan dua orang semuanya mengaku warga negara Kekaisaran Sunda Nusantara, dua pria. Ini ada semacam KTP-nya,” kata Akmal. Adapun pasal yang dikenakan kepada pengemudi kendaraan tersebut yakni Pasal 288 dan 280 UU LLAJ. “Sementara kita tilang. Tidak ada dokumen, Pasal 288 sama 280. Dia pelanggaran tidak ada nomor dan tidak dapat menunjukkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan),” tandasnya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp