Sunday, 19 May 2024

Search

Sunday, 19 May 2024

Search

Misi Berat Tottenham Di Kandang City

Son Heung-min dan Harry Kane, andalan Tottenham Hotspur saat melawan Manchester City.

MANCHESTER –  Tottenham Hotspur mengusung misi berat tatkala menghadapi tuan rumah Manchester City pada lanjutan Liga Inggris, di Stadion Etihad, Jumat (20/1) dinihari WIB.

Kedua tim sama-sama sedang terpuruk mendekati pertandingan; Spurs baru saja dibekap Arsenal 0-2 sedangkan The Citizens takluk di tangan Manchester United 1-2.

Walau demikian, The Lilywhites bisa sedikit percaya diri karena mampu mendominasi Man City dalam lima pertemuan terakhir mereka di liga. Empat kemenangan berhasil direbut Harry Kane dan kolega dengan hanya sekali kalah.

Tottenham bahkan berhasil mengalahkan Si Biru Langit dua kali di sepanjang 2021/2022. Gol tunggal Son Heung-min memastikan Spurs menang di kandang sendiri pada Agustus 2021, sebelum Tottenham mempermalukan Man City 3-2 di Etihad pada Februari tahun lalu.

Akan tetapi, ambisi Tottenham melanjutkan dominasi atas Manchester City terganjal oleh laju buruk. Pasukan Antonio Conte itu cuma memetik empat kemenangan dalam 10 pertandingan terakhirnya di kompetisi ini dengan lima kekalahan. Tottenham bahkan cuma sekali menang pada empat laga terakhirnya.

Jelang laga itu, Conte mengatakan, Tottenham mesti meminimalisir kesalahan jika ingin mengatasi tim City. Selain itu, faktor keberuntungan juga bisa memengaruhi.

“Saya ingat pertandingannya dan untuk menang melawan Manchester City, anda harus berusaha tidak membuat kesalahan. Karena pastinya anda tahu, ketika melawan Man City, penguasaan bola akan menjadi 70-75% untuk mereka. Maka anda punya sisa 20-25% penguasaan bola jadi di periode ini anda harus sangat bagus, mengalirkan bola dengan baik dan menciptakan banyak peluang mencetak gol,” kata Conte di Football.London.

Manajer asal Italia itu menegaskan, tetap butuh dewi fortuna untuk mendapatkan hasil yang bagus. “Anda tahu ketika anda bermain melawan, saya kira tim terbaik di dunia saat ini, pertandingan akan sangat sulit. Pada musim lalu, kami sangat bagus, menunjukkan ketangguhan yang hebat. Juga di pertandingan semacam ini anda juga akan butuh sedikit keberuntungan untuk mendapatkan hasil yang bagus,” kata Conte.

Ia pun meminta pemainnya untuk tampil dengan performa terbaik. Bahkan ia  mendesak salah satu striker andalannya, Son Heung-min, mencetak gol lagi. Son saat ini mengalami krisis usai minim keran golnya macet.

Bintang sepakbola Korea Selatan itu baru membukukan enam gol plus dua assist dalam total 24 penampilannya di seluruh kompetisi musim ini. Son cuma mencetak satu gol dalam 11 pertandingan Tottenham terakhir, yaitu ke gawang Crystal Palace dalam kemenangan 4-0 pada 4 Januari.

Performa Son jeblok jika dibandingkan musim lalu ketika dia sukses mengemas 24 gol dan 10 assist dalam 45 pertandingan. Paceklik gol yang dialami pesepakbola berusia 30 tahun itu jelas tidak membantu situasi Tottenham.

“Pastinya jika kita membicarakan tentang Sonny, musim lalu dia mencetak 25 gol. Musim ini tidak terlalu banyak. Buat kami ini memang bukan kabar bagus karena kami mengandalkan gol-gol dia. Kemudian kita sedang membicarakan tentang bukan robot, tentang seorang manusia. Saya yang pertama berharap Sonny mulai mencetak gol dengan tekanan atau tidak dengan tekanan,” kata Conte.

Di laga nanti, Conte berharap banyak akan kemampuan Son, tentu saja dengan dukungan seluruh punggawa Spurs. “Inilah sepakbola. Kami harus mencoba menghadapi situasi dengan para pemain. Hal yang terpenting adalah saya menyaksikan selama sesi latihan dan pertandingan bahwa Sonny mengusahakan yang terbaik di laga nanti,” kata Conte.

Sementara City sedang berada dalam periode yang sedikit sulit. Sebelum ditaklukkan MU, pasukan Josep Guardiola juga dipecundangi Southampton 0-2 di ajang EFL Cup/Carabao Cup.

Saat melawan MU, City sejatinya unggul mutlak dalam hal penguasaan bola. Namun, City cuma mampu mencatatkan satu shot on target, yang berbuah gol pembuka oleh Jack Grealish dari assist Kevin De Bruyne pada menit 60. Mereka akhirnya kalah setelah kebobolan dua gol di menit 78 dan 82.

Guardiola tentu saja berputar otak agar timnya tidak dipermalukan di kandang sendiri. Lalu seperti apa jalannya laga nanti? Yang jelas bakal berjalan seru dan menarik.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media