Minta Pelaku Pariwisata Bersabar, Gibran Janji Tarik Banyak Event Usai Idul Fitri

dok. Humas Pemprov Jateng.

SURAKARTA – Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming meminta para pelaku pariwisata, utamanya sektor perhotelan di Kota Surakarta untuk bersabar terkait larangan mudik Idul Fitri tahun ini. Gibran memahami, kebijakan ini tak mudah untuk pelaku pariwisata, namun apabila grafik Covid-19 naik lagi usai Idul Fitri, maka sektor perekonomian harus mulai dari nol lagi.

“Sebisa mungkin saya longgarkan terkait larangan mudik. Saya tidak mau mempersulit. Saya yakin sebulan ini hotel penuh dan restoran laku. Namun kita tetap larang mudik. Satu bulan apabila dihancurkan oleh Covid karena mudik maka kita mulai dari nol lagi,” ujar Gibran saat menjadi pembicara pada Forum Komunikasi Pegiat Pariwisata Kota Surakarta, di Swiss-bell Hotel, seperti dilansir dari laman  Humas Pemprov Jateng, Kamis (8/4).

Gibran berjanji, usai momentum Ramadan dan Idul Fitri ia akan menarik banyak event ke Surakarta. “Pemerintah Kota Surakarta sudah mengizinkan kegiatan budaya seperti wayang dan ketoprak dipentaskan, live music sudah boleh digelar dengan pembatasan jam dan penonton. Kegiatan lomba tanpa penonton dan senam warga kampung sudah diperbolehkan,” ujarnya.

Untuk pengembangan pariwisata di Surakarta, Pemkot Surakarta juga telah menjalin koordinasi dengan Solo Raya, dengan para bupati di wilayah eks Karisidenan Surakarta. “Mereka sudah  mau berkumpul di balai kota. Komunikasi kita jalin kembali dengan Solo Raya setelah delapan tahunan vakum,” kata Gibran.

Terkait Wellness tourism, Gibran menjanjikan segera Rumah Sakit Herbal di RS Bung Karno. “Kita tidak mau kalah sama Penang Malaysia dengan pusat herbalnya. Bahan baku herbal justru berasal dari Surakarta dan sekitarnya. Wisata herbal seperti jamu dan spa tradisional Jawa dan terapi herbal, bisa berkembang pesat  jika kita mau bergerak cepat,” pungkasnya. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp