Meski Ada Larangan , Diprediksi 11% Masyarakat Tetap Nekat Mudik Lebaran 2021

Virus Covid-19

JAKARTA – Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan ada 30% masyarakat yang akan mudik pada Lebaran 2021 bila tak ada larangan dari pemerintah. Namun, walau ada larangan mudik diperkirakan sekitar 11%  warga tetap nekat mudik.

 “Memang dari data-data yang telah dikumpulkan oleh Kemenhub kalau misalnya tidak ada larangan mudik diperkirakan 33% warga akan pulang kampung/mudik. Tapi kalau ada larangan mudik tetap saja ada yang nekat pulang yaitu sekitar 11%. Nah tugas kita bersama termasuk temen temen media untuk mengingatkan bahaya mudik,” kata Kasatgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, , Selasa (30/3).

Dia pun meminta kerja sama dari seluruh pihak untuk mengimbau masyarakat agar tidak mudik guna menekan penyebaran Covid-19. Doni mengakui bahwa mudik merupakan tradisi dari masyarakat.

 “Sekali lagi mohon kerja sama seluruh pihak di mana pun berada mengimbau warga negara kita, masyarakat kita untuk tidak mudik. Memang masalah tradisi pulang kampung itu memiliki hubungan emosional. Tapi yang lebih penting lagi bagaimana kita mampu melindungi dan menyelamatkan warga negara kita,” ujarnya.

Doni Monardo mengatakan, larangan mudik ini didasarkan pada pengalaman satu tahun pandemi Covid-19. Di mana, jika ada liburan panjang kasus harian, kasus aktif , keterisian rumah sakit, hingga angka kematian akan meningkat.

 Dia menyebut bahwa pelarangan dua kali libur panjang yakni Imlek dan Isra Miraj berdampak pada tidak adanya kenaikan kasus aktif yang tinggi. Bahkan, lanjut dia, terjadi penurunan kasus aktif. Termasuk juga rumah sakit yang semakin berkurang pasiennya.

Jabar Tertinggi

Jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia bertambah 4.682 orang tercatat sejak Senin (29/3) hingga Selasa (30/3). Sehingga jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 1.505.775 orang.

Informasi ini diungkap Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dalam data yang disampaikan kepada wartawan pada Selasa (30/3) sore.

Kasus baru pasien konfirmasi positif Covid-19 tersebar di 33 provinsi. Dari data itu, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi. Kelima provinsi itu yakni Jawa Barat (911 kasus baru), Jawa Tengah (649 kasus baru), DKI Jakarta (384 kasus baru), Banten (319 kasus baru), DI Yogyakarta (283 kasus baru).

Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 510 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Pemerintah juga melaporkan ada penambahan 5.877 pasien yang telah dinyatakan sembuh. Dengan demikian, total pasien sembuh dari Covid-19 ada 1.342.695 orang. Sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir bertambah 173 orang, sehingga, jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 hingga saat ini menjadi 40.754 orang.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp