Friday, 24 May 2024

Search

Friday, 24 May 2024

Search

Menteri Hadi Tjahjanto Pasang Sejuta Patok “Anti Cekcok, Anti Caplok”

Menteri ATR dan BPN Hadi Tjahjanto pasang patok anti mafia tanah.

JAKARTA – Menteri ATR/BPN, Hadi Tjahjanto memasang sejuta patok batas di seluruh Indonesia. Secara simbolik hal tersebut dimulai di Cilacap, Jawa Tengah. Menteri Hadi mengusung tema “Pasang Patok, Anti Cekcok, Anti Caplok” dalam kegiatan tersebut.

“Pemasangan patok batas tanah yang dilakukan secara mandiri ini penting, dengan demikian setiap warga yang memiliki tanah akan punya kesadaran dalam menjaga batas-batas tanahnya, Selain itu secara langsung juga berdialog dan bersepakat dengan tetangga mengenai batas tanah masing-masing,” kata Hadi, Jumat (3/2).

Gerakan Masyarakat Pasang Tanda Batas atau disingkat Gemapatas, dicanangkan sekaligus sebagai gerakan melawan mafia tanah yang sering mengganggu warga masyarakat.

“Mafia tanah seringkali hadir memanfaatkan kekaburan dan ketidakjelasan batas-batas kepemilikan tanah. Tanah yang sudah diwariskan turun temurun kemudian berubah menjadi sengketa karena anak cucu pemilik tanah tidak tahu persis letak dan batas-batas tanah milik orang tua mereka,” tuturnya.

Gemapatas yang digelar oleh Kementerian ATR/BPN dilangsungkan secara serentak seluruh Indonesia.

“Kita mulai gerakan kesadaran ini, 1 juta patok adalah permulaan, gerakan ini akan terus sampai seluruh bidang tanah di Indonesia bisa dipetakan dan di sertipikatkan,” ujarnya.

Patok-patok batas tanah yang telah dipasang secara mandiri oleh warga masyarakat ini juga nantinya akan memudahkan ATR/BPN dalam melakukan verifikasi subyek dan obyek tanah. Selain itu ATR/BPN bisa memetakan secara digital bidang-bidang tanahdi Indonesia, sehingga target tahun 2024 arahan Presiden Jokowi mengenai seluruh tanah telah harus dipetakan secara digital, di verifikasi dan disertipikatkan bisa terpenuhi.

Gerakan pemasangan 1 juta patok ini juga tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai gerakan pemasangan patok terbanyak dan serentak di Indonesia, atau bahkan di dunia. “Semakin tinggi partisipasi masyarakat termasuk dalam memasang patok batas tanah, maka semakin tinggi juga keberhasilan program PTSL,” ujarnya. ***

Osmar Siahaan

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media