Menteri BUMN Erick Thohir dan Pengusaha Bandung Berdialog tentang Prospek Ekonomi Indonesia Tahun 2022

Sesi dialog dan tanya jawab.

BANDUNG–Menteri BUMN Erick Thohir, Minggu (5/12) lalu mengadakan silaturahmi dan dialog “Prospek Ekonomi Indonesia Tahun 2022” di Aula Serbaguna YDSP (Yayasan Dana Sosial Priangan) Bandung.

Acara dihadiri para pengusaha muda dan paruh baya dari komunitas Tionghoa Bandung serta pimpinan dan perwakilan komunitas Tionghoa.

Mereka membahas berbagai hal terkait dan mengunjungi “Museum Kebudayaan Tionghoa Bandung”.

          Saat tiba di kantor secretariat YDSP Bandung,  Menteri BUMN Erick Thohir disambut hangat oleh Ketua YDSP Bandung sekaligus pimpinan MTP (Masyarakat Tionghoa Peduli) Bandung Herman Widjaja, Ketua Koordinator MTP Bandung Dr. Djoni Toat dan tokoh lainnya.

Herman Widjaja menyerahkan cenderamata kepada Erick Thohir.

Pimpinan komunitas Tionghoa lainnya yang hadir antara lain perwakilan Yayasan Harapan Kasih Bandung Tjie Tjin Fung, Yayasan Fuqing Bandung Chen Zhen Bi, Wang Yong, Yayasan Minnan Yang Han Ping, Wu Yong Jian, Yayasan Mutiara Feng Qun Xiong, He Chun Yao, Ketua PSMTI Suwanda Holy, Djoni Andhella, Taiwan Business Club Bandung Chen Mingshan, Ketua Umum API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) Jemmy, pengusaha Jakarta Lai Wen Xiang, Kelompok Pemuda MTP Bandung dan tokoh lainnya semua datang tepat waktu.

KI-KA : Chen Mingshan, He Chun Yao, Suwanda Holy, Tjie Tjin Fung, Herman Widjaja, Erick Thohir, Chen Zhen Bi, Ping Qun Xiong, Yang Han Ping dan Dr Djoni Toat.

          Sebelum acara silaturahmi, Erick Thohir berinteraksi dengan sejumlah pengusaha Tionghoa di lantai dua dalam suasana yang harmonis. Kemudian mengunjungi Museum Kebudayaan Tionghoa Bandung.

Pukul 2 siang, dengan diiringi alunan angklung semua yang hadir pergi ke Ruang Serbaguna lantai tiga. Pembawa acara memimpin semua tamu yang hadir untuk menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.

Ketua Herman Widjaja dalam pidatonya memperkenalkan para pengusaha komunitas Tionghoa Bandung yang hadir.

Dia juga menjelaskan YDSP adalah sebuah yayasan nirlaba yang berdiri tahun 1976 dengan visi dan misi sosial dan kemanusiaan yang murni.

Seluruh tokoh yang hadir berfoto bersama.

Ketika virus Covid-19 mulai merebak Maret tahun lalu, YDSP dengan didukung Yayasan Fuqing, Yayasan Harapan Kasih, Yayasan Minnan, Yayasan Mutiara dan PSMTI Jawa Barat membentuk sebuah tim yakni MTP Bandung. Yang bersatu padu menghadapi pandemic Covid-19 dan menyelenggarakan ribuan kegiatan bakti sosial dan amal bersama dengan pihak TNI, Polri, pemerintah kota Bandung dan organisasi sosial termasuk membantu PMI dan pemerintah kota Bandung dalam kegiatan donor darah dan vaksinasi.

Anggota MTP Bandung berfoto bersama Erick Thohir.

“Kami berharap wabah segera berlalu dan perekonomian dapat beroperasi kembali. Masyarakat juga dapat hidup dengan damai,” ujarnya.

Herman Widjaja menyatakan terima kasih atas kedatangan Erick Thohir. “Saya yakin dengan kepemimpinan dan petunjuk bapak akan menghadirkan antusiasme dan harapan baru bagi dunia usaha. Sehingga resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19 dapat segera pulih. Semoga pertemuan pertukaran hari ini berlangsung lancar dan sukses,” ujarnya.

Pengusaha wanita Bandung berfoto bersama Erick Thohir.

Selanjutnya Dr Djoni Toat memandu sesi tanya jawab dengan Erick Thohir. Sekaligus menjelaskan tren perkembangan ekonomi Indonesia tahun depan. Agar perekonomian Indonesia dapat berkembang di masa depan. Juga harus mampu bersaing dengan di dunia internasional.

Kuncinya adalah pelaku industri harus mampu mengikuti perkembangan zaman, terus mengupgrade diri dan memperkuat perkembangan teknologi dalam ekosistemnya.

Para pengusaha muda dan paruh baya di Bandung diharapkandapat bekerja keras dan menaruh perhatian terhadap situasi saat ini. Khususnya yang berkaitan dengan ekonomi.

Dengan begitu, usahanya dapat lebih berkembang, dan bahkan lingkungan nasional juga dapat lebih sejahtera dan kuat. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp