Menko Marvest Luhut : Kereta Cepat Jakarta – Bandung Diharapkan Berdampak Positif bagi Perekonomian Indonesia

Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan mendengarkan laporan di lokasi proyek.

BANDUNG–Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Dubes Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian Senin (12/4) lalu meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung.

Dubes Tiongkok Xiao Qian dan General Manager Zhang Wei berbincang.

Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan meninjau lokasi proyek.

Turut serta dalam kunjungan tersebut Direktur Teknik KCIC Xiao Songxin, Direktur Keuangan Zhang Chao, Wakil Komandan Liu Wanhuai, Komandan Konsorsium Kontraktor Kereta Cepat Jakarta – Bandung (HSRCC) Xin Xuezhong, Chief Consulting Supervision Engineer Konsorsium Pengawasan dan Konsultasi Kereta Cepat Jakarta Bandung (CDJO) Cao Guangli, General Manager China Railway Indonesia Management Department Zhang Wei, Vice General Manager Wang Waicun, Hu Qisheng dan staf terkait proyek perusahaan konstruksi.

Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan meninjau lokasi proyek.

Pada kesempatan tersebut, Menko Marvest Luhut dan rombongan meninjau area kerja stasiun dan depo EMU departemen proyek.

Dia mendengarkan laporan progress proyek, kondisi pencegahan dan pengendalian epidemi serta mempelajari kondisi pembangunan proyek dan masalah yang dihadapi.

Suasana rapat antara Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan dan rombongan dengan pimpinan Kereta Cepat Jakarta – Bandung.

Karena epidemi Covid-19, pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menghadapi tantangan besar tahun ini.

Departemen proyek teguh mematuhi protocol pencegahan dan pengendalian epidemi serta pembangunan proyek. Selain itu juga menjamin kemajuan yang stabil dari pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Menko Marvest Luhut mengatakan Kereta Cepat Jakarta – Bandung dijadwalkan selesai pada 2022 dan diharapkan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia serta kemajuan nasional. Sekaligus menjadi moda transportasi umum modern Indonesia. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp