International Media

Jumat, 27 Mei 2022

Jumat, 27 Mei 2022

Menkeu Sri Mulyani: Pendapatan Negara Terus Tunjukkan Kinerja Positif

Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA  – Pendapatan negara terus menunjukkan kinerja yang positif, didorong oleh tren harga komoditas, aktivitas impor dan konsumsi domestik yang sejalan dengan pemulihan ekonomi.

“Pada penerimaan kita lihat ini menggambarkan pemulihan ekonomi nasional yang cukup baik. Kita lihat pajak penerimaannya mencapai Rp322,46 triliun atau 25,49% dari target. Tumbuhnya masih sangat tinggi sebesar 41,36%. Kalau kita lihat jenis pajaknya yang non-migas juga pertumbuhannya sangat tinggi. Jadi pajak yang tingginya tidak hanya berhubungan dengan adanya kenaikan harga komoditas, namun juga ada yang berasal dari pemulihan ekonomi yang menjadi basisnya,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KITA, Rabu (20/4).

Secara rinci, hingga akhir Maret 2022 PPH non-migas tercatat mencapai Rp172,09 triliun (27,6% dari target), PPN dan PPnBM tercapai sebesar Rp130 triliun (23,48% dari target), PBB tercapai sebesar Rp2,29 triliun (7,69% dari target), dan PPh Migas Rp17,94 triliun (37,9% dari target).

“Kita lihat pemulihan ekonomi memang menggambarkan suatu akselerasi tapi juga di sisi lain pertumbuhan kita yang sangat tinggi sekarang ini karena tahun lalu basis penerimaan pajak yang sangat rendah karena waktu itu kita masih memberikan berbagai fasilitas bagi dunia usaha dalam menghadapi Covid yang sangat menekan,“ lanjut Sri Mulyani.

Ia menyebut pertumbuhan penerimaan pajak yang sangat tinggi di kuartal I ini disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya, adanya low base effect (dari tahun sebelumnya), pemulihan ekonomi yang memang sudah mulai berjalan, ketiga karena adanya pergeseran sebagian penerimaan dari Februari ke Maret, dan ada juga program PPS yang dalam hal ini memberikan kontribusi penerimaan pajak.

“Realisasi dari penerimaan bea cukai menggambarkan suatu perkembangan yang perlu untuk kita lihat secara hati-hati. Di satu sisi untuk perdagangan internasional bea masuk dan bea keluar tumbuhnya luar biasa besar, sama/confirmed dengan statistik mengenai neraca perdagangan kita,” lanjutnya.

Hingga akhir Maret 2022, penerimaan Bea Masuk terealisasi sebesar Rp11,3 triliun tumbuh 39,2%, penerimaan dari bea keluar tercatat sebesar Rp10,7 triliun tumbuh 132,2%, penerimaan cukai hasil tembakau tercatat Rp55,65 triliun tumbuh sebesar 15,39%, dan penerimaan cukai MMEA terealisasi sebesar Rp1,6 triliun tumbuh 25,15%.

Pada pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kinerja PNBP sampai Maret 2022 mengalami peningkatan utamanya didukung meningkatnya pendapatan sumber daya alam. Penerimaan PNBP mencapai Rp99,1 triliun (29,5% dari target APBN). PNBP SDA Migas tumbuh 113,2% dikarenakan adanya kenaikan ICP, sementara PNBP SDN Non Migas tumbuh sebesar 70,3% dikarenakan adanya kenaikan minerba.

Sementara itu belanja negara dan pembiayaan terakselerasi wujud APBN hadir di masyarakat. APBN bekerja keras melalui belanja negara yang didukung oleh program-program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Sementara itu, pembiayaan investasi didorong untuk mendukung pembangunan di sektor prioritas dan upaya pemulihan ekonomi.

“Belanja negara kita telah mencapai Rp490,6 triliun. Ini adalah 18,1% dari total APBN yang akan kita belanjakan tahun ini, dimana belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp150 triliun (15,9% terhadap APBN), belanja non K/L mencapai Rp164,2 triliun (16,4% dari APBN), sedangkan Transfer ke Daerah dan Dana Desa telah terealisasi sebesar Rp176,5 triliun atau (22,9%),” jelas kata Sri Mulyani.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga