Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Menkeu Minta IIF Perkuat Kualitas Tata Kelola Perusahaan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA– Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memperkuat kualitas tata kelola perusahaan dengan tujuan untuk mengukuhkan peran perusahaan terhadap sektor pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Jangan memberatkan dengan birokrasi dan administrasi yang tidak produktif. Tapi bangunlah tata kelola yang baik tanpa menjadi birokrasi yang lamban dan tidak responsif,” kata Sri Mulyani saat acara IIF’s Anniversary Dialogue bertema “The Dynamics of Sustainable Infrastructure Financing and Its Roles in Achieving Food Security” di Jakarta, Senin (29/1).

Sri Mulyani menyebutkan perubahan iklim menjadi isu penting di banyak negara, namun persoalan pendanaan untuk isu tersebut masih kerap menjadi perdebatan. Padahal, perubahan iklim tidak bisa dihadapi tanpa pendanaan yang berkelanjutan.

Meski banyak diskusi yang membahas mengenai emisi karbon dan sebagainya, tetapi Sri Mulyani meyakini tidak ada solusi yang tepat tanpa pembiayaan berkelanjutan.

Hal itu yang membuat Indonesia selalu menyuarakan pembiayaan berkelanjutan pada forum internasional, baik dalam forum ASEAN, G20, maupun IMF-World Bank. “Saya harap ini menjadi pesan kepada pemegang saham. Keterlibatan bank multilateral, pembangunan bilateral, dan juga filantropi tidak seharusnya mengganggu kegiatan regulasi dan birokrasi,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sri Mulyani juga menyampaikan harapannya terhadap generasi muda yang bakal menjadi penerus pada sektor infrastruktur untuk dapat memiliki kompetensi yang lebih baik dengan integritas yang teruji.

“Generasi muda ini pasti menjadi generasi yang melanjutkan estafet pembangunan. Jadi, saya pesan ke IIF, ajak generasi muda di bidang pembangunan infrastruktur untuk menjadi motor penggerak yang memiliki kompetensi dan integritas yang teruji,” ujar Sri Mulyani.

Ia menambahkan sektor infrastruktur memiliki persoalan kompleks yang membutuhkan banyak keahlian dan kolaborasi antarbidang, sehingga prosesnya tidak bisa dikerjakan hanya oleh satu pihak.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media