Monday, 04 March 2024

Search

Monday, 04 March 2024

Search

Menjaga Kebugaran dengan Teknologi Infrared 

JAKARTA(IM)-Siapa yang tak ingin punya tubuh bugar dan mental yang sehat? Rasanya keduanya sangat dibutuhkan untuk bisa terus produktif menjalani aktivitas sehari-hari. Olahraga bisa menjadi salah satu solusinya.

Namun, di tengah rutinitas dan berbagai aktivitas sehari-hari yang padat, tak jarang membuat masyarakat tak punya waktu untuk olahraga. Apalagi bagi para kaum workaholic.

Padahal, meluangkan waktu untuk olahraga sangat berpengaruh untuk raga yang bugar dan bisa menjadi rehat yang sehat di tengah-tengah stress akibat pekerjaan.

Namun, kecanggihan teknologi tampaknya makin memudahkan segalanya. Termasuk dalam hal memperoleh kebugaran fisik hingga memperbaiki mental yang tak karuan.

Tak punya waktu untuk olahraga bukan lagi jadi alasan. Anda bisa menyiasatinya dengan memanfatkan kecanggihan teknologi, salah satunya melalui treatment atau terapi infrared yang berbasis hypertermic fitness solution.

Dokter Wellness & regeneratif Morula IVF Jakarta, dr. Fanny Imannuddin mengatakan, alat ini merupakan produk dengan teknologi cahaya inframerah seperti sauna.

Cara kerjanya yakni dengan menghantarkan energi panas kering pada seluruh bagian tubuh secara merata dengan suhu yang dapat diatur seperti low, medium dan hyperthermic mencapai 80° celcius.

Terapi infrared tersebut sangat baik untuk meningkatkan metabolisme tubuh, menstimulasi otot, memperbaiki pola tidur, menyeimbangkan hormon dan melancarkan sirkulasi darah maupun limfatik.

“Nah, alatnya kebetulan kita dapatkan dari US. Teknologinya kita dapatkan dari Kanada itu adapah hipotermik, konsepnya adalah hipotermik fitness, dan dinamakan COCOON Wellness Pro,” ujar dr. Fanny belum lama ini.

“Tujuan wellness sendiri itu adalah meningkatkan secara fisik, mental, kemudian sosial, dan lain-lain. Nah, prinsipnya wellness itu sendiri adalah suatu kegiatan positif yang bisa menghantarkan kita ke sehat secara fisik maupun mental dan juga secara spiritual juga,” imbuhnya.

Meski aman, Fanny menyarankan perawatan ini tidak dilakukan untuk seseorang yang memiliki infeksi kulit menular, luka terbuka, alat pacu jantung dalam tubuh, epilepsi, kanker aktif, patah tulang, wanita hamil dan menyusui.

Frans C. Gultom

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media