Menipu Lewat Gebyar BRItama Palsu, Karyawan BRI Diringkus Polisi

Kapolres Bogor, AKBP Harun saat menjelaskan penipuan ini kepada wartawan, Selasa (20/4).

CILEUNGSI- Asisten Manajer Pencari Dana Kantor Cabang Pembantu Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cileungsi, berinisial AM, diringkus aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor.

AM diduga secara fiktif membuat program investasi Gebyar BRItama. Akibat perbuatan penipuannya, SS yang merupakan warga Kabupaten  Bekasi dan seorang guru, mengalami kerugian sebesar Rp2 miliar.

“Pelaku AM yang merupakan pegawai KCP BRI Cileungsi kami ringkus karena berdasarkan laporan kantornya telah melakukan penipuan berupa program fiktif Gebyar BRItama,” ucap Kapolres Bogor, AKBP Harun kepada wartawan, Selasa (20/4).

Alumni Akpol Tahun 2001 ini menerangkan dalam upaya menipu korban SS, pelaku AM menjanjikan bunga Rp 40 hingga 80 juta apabila SS menabung sebesar Rp 1 miliar dan tidak diambil selama 1 hingga 2 tahun.

Harun menuturkan bahwa kejadian penipuan ini terjadi mulai tahun 2018 hingga 2020, di mana baru terungkap oleh pelapor SU pada 3 Juli tahun lalu.

“Kasus penipuan program investasi fiktif Gebyar BRI ini terungkap berkat laporan Manager Relation KCP BRI Cileungsi berinisial SU,” katanya.

Sejak di Tambun

Upaya penipuan terhadap guru SS diduga sudah dilakukan AM sejak dia bertugas di Kantor Cabang BRI Tambun, Kabupaten Bekasi. Terbongkar setelah dia pindah ke Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Harun, menyebutkan korban SS dua kali mengalami penipuan dari AM. “Korban SS dua kali mengalami penipuan. Yang pertama kejadian di KCP BRI Tambun di mana dari tabungan Rp1 miliar ia mendapatkan uang sebesar Rp80 juta karena tidak mengambil tabungannya selama dua tahun,” kata Harun.

Lalu, sebut Harun, setelah AM pindah tugas ke KCP BRI Cileungsi, korban SS lagi-lagi tertipu sebesar Rp1 miliar hingga kerugiannya total Rp2 miliar.

Ironisnya, perbuatan AM terbongkar setelah diketahui seorang manajer di KCP BRI Cileungsi. “Kasus ini terbongkar karena SU selaku Manager Relation KCP BRI Cileungsi curiga akan transaksi di mana secara teratur uang milik korban berpindah ke rekening pelaku AM karena sebelumnya buku rekening BRItama dan kartu ATM milik SS diminta tersangka untuk alasan syarat mendapatkan uang hasil investasi,” terangnya.

Ia menjelaskan tersangka AM akan dijerat dengan pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ayar 65 pasal penggelapan dan penipuan dengan maksimal hukuman lima tahun penjara.

“Menurut keterangan pelaku, saksi maupun SS, korban dari program investasi fiktif Gebyar Britama ini hanya satu orang. Pelaku atau tersangka AM terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun,” jelasnya. gio

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp