Meninggal Positif Covid-19, Inilah Perjalanan Karir Bupati Bekasi

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melantik Wakil Bupati Bekas,i Eka Supria Atmaja menjadi Bupati Bekasi di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 12 Juni 2019 lalu. Eka menggantikan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin yang mengundurkan diri setelah divonis bersalah dalam kasus korupsi proyek Meikarta.

BEKASI- Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja meninggal dunia setelah sepekan menjalani perawatan di rumah sakit karena terpapar Covid-19, Minggu malam (11/7). Eka dirawat di ICU RS Siloam, Tangerang, karena tidak kebagian ruangan di wilayahnya sendiri.

“Kami memohon doa dari Bapak, Ibu, kerabat dan seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosanya, dilapangkan dan diterangkan kuburnya, dan ditempatkan di surga firdaus,” kata adik kandung Eka, Asep Surya Atmaja dalam keterangannya.

Jenazah Eka dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Lemahabang, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Senin pagi dengan protokol kesehatan. Pemakaman ini tidak jauh dari kediamannya.

Karir politik Eka bermula ketika memenangi pemilihan kepala desa di tempat tinggalnya. Dia menjadi kepala Desa Waluya selama dua periode yaitu 2001-2006 dan 2006-2012.

Pria kelahiran 9 Februari 1973 ini kemudian bergabung dengan Partai Golkar, ikut dalam pemilihan legislatif pada pemilihan umum 2014. Hasilnya cemerlang, Eka memperoleh suara terbanyak, Golkar menjadi pemenang di Kabupaten Bekasi. Eka pun berhak atas kursi Ketua DPRD.

Belum rampung masa jabatannya, Eka Supria Atmaja dipinang Neneng Hasanah Yasin maju di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bekasi. Pasangan ini menang, mengalahkan empat kontestan lain, salah satunya Sadudin-Ahmad Dhani.

Di tengah perjalanan, Neneng Hasanah Yasin tersandung kasus korupsi pada 2018. Setahun menjadi pelaksana tugas, pada 2019, Eka ditetapkan menjadi Bupati Bekasi definitif hingga 2022 mendatang. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp