Menghadap Presiden Joko Widodo, Hippindo Siap Bantu Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Jajaran pengurus Hippindo berfoto bersama Presiden Joko Widodo.

JAKARTA—Pengurus Hippindo (Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia), belum lama ini  menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara Bogor, Jawa Barat.

          “Ada tiga hal utama yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden, pertama, mengenai permintaan vaksin untuk ekonomi dan kesehatan, Kedua, mengenai kondisi keuangan arus kas ritel selama pandemi, dan ketiga, mengenai usulan untuk menggerakkan ekonomi guna pemulihan ekonomi nasional,” ujar Ketua Umum Hippindo Budihardjo, dalam siaran tertulisnya, Senin (26/4).

          Pertama, vaksin untuk ekonomi dan kesehatan, HIPPINDO akan mendapatkan vaksin sebanyak 500.000 bagi karyawan anggota Hippindo di bandara, mall, resto, rest area, stasiun, pelabuhan dan commercial area maupun karyawan support dan juga untuk supplier ritel dan penyewa yang nantinya akan dikoordinasikan oleh Hippindo.

Dengan 500.000 vaksin ini akan membuat ekonomi meningkat dan kesehatan juga terjamin karena para karyawan ritel sudah divaksin.

“Kami juga akan membuat program dengan membuat pin “Kami sudah divaksin dan tetap jaga Prokes” yang akan dipakai oleh semua karyawan front liner sektor ritel dan penyewa untuk membantu program sosialisasi vaksinasi Covid-19 dan meningkatkan rasa percaya diri masyarakat untuk berbelanja sehingga roda perekonomian kembali bergerak,” tambah Budihardjo.

Kedua, mengenai kondisi keuangan arus kas ritel selama pandemi, HIPPINDO mohon bantuan berupa dukungan modal kerja dari perbankan, guna memastikan lancarnya modal kerja. Suku bunga ringan, penambahan modal kerja, dan dukungan dari perbankan, OJK, dan juga insentif dari PMK.

Pelaku ritel dan penyewa diberikan insentif dari sisi perpajakan, income tax dalam rangka booster perdagangan 3 bulan ini misalnya Free PPN untuk meningkatkan animo konsumen dalam membeli barang terutama dalam rangka ramadhan dan lebaran.

Perlu diberikan juga insentif offline yang bisa bebas ongkir seperti online dalam rangka ramadhan/lebaran.

Jalur distribusi perlu diamankan seiring dengan timbulnya premanisme yang jelas membebani biaya retailers.

Di sisi lain terkait branding Indonesia, juga perlu beberapa dukungan, seperti lokasi-lokasi yang strategis untuk brand lokal Indonesia, dukungan utk promosi dan juga same level of playing field (kesetaraan dalam hal perpajakan, antara online dan offline, juga kesetaraan perijinan, SNI, BPOM, dan ijin-ijin perdagangan lainnya. Kesetaraan yang dimaksud antara offline dan online (yang sifatnya import langsung), perlu ada payung hukumnya, sehingga bisa memberikan rasa keadilan.

Untuk menggerakkan perekonomian di tahun 2021 ini Hippindo kembali menggelar Program Hari Belanja Diskon Indonesia/ Happy Birth Day Indonesia (HBD Indonesia) dan berharap dukungan dari Pemerintah termasuk pihak perbankan untuk men-support dalam hal promosi.

“Kami juga berharap di HBD Indonesia 2021 ini Pemerintah dapat membantu kebijakan free ongkir, free PPN dan stimulus/ insentif lainnya untuk meningkatkan animo masyarakat dalam berbelanja, tentunya kami juga akan menggandeng berbagai pihak untuk mensukseskan acara HBDI ini demi menggerakkan perekonomian Indonesia,” ujar Ketua Panitia HBD Indonesia 2021 Fetty Kwartati.

Ajang HBD Indonesia 2021 ini akan kembali berkerjasama dengan Kementerian, Pemerintah Daerah, Asosiasi, Perbankan, Marketplaces, Media dan berbagai komunitas lainnya untuk mendorong pertumbuhan penjualan ritel semua produk lokal, global dan juga UMKM. ***

Teks Foto

Jajaran pengurus Hippindo berfoto bersama Presiden Joko Widodo.

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp