International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Mengerikan! 410 Mayat Ditemukan di Sejumlah Kota Ukraina

Polisi Ukraina membawa mayat

MUKHACHEVO- Ukraina menemukan 410 mayat di sejumlah kota di dekat Kiev sebagai bagian dari investigasi atas kejahatan perang yang mungkin dilakukan Rusia. Namun warga yang menyaksikan mengalami trauma berat sampai tak dapat berbicara. Demikian dikatakan jaksa tertinggi Ukraina pada Minggu (3/4).
Melansir Channel News Asia, Senin (4/4), setelah Rusia menarik pasukannya dari beberapa wilayah di sekitar Kiev, walikota Bucha mengatakan 300 warganya telah dibunuh oleh tentara Rusia sementara pejuang Chechen menguasai daerah tersebut. Bucha, sebuah kota 37 km di sebelah baratlaut ibukota Kiev.
Rusia membantah pasukannya telah membunuh warga sipil di Bucha. Moskow mengatakan, tidak ada warga yang mengalami kekerasan dari tentara Rusia. Moskow menuduh Kiev membesar-besarkan apa yang disebut sebagai provokasi untuk media Barat.
Para jaksa Ukraina baru bisa memasuki kota Bucha, Irpin, dan Hostomel pertama kalinya pada hari Minggu. Mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyusun tingkat kejahatan itu, kata Jaksa Penuntut Umum Iryna Venedyktova.
“Kita perlu bekerja dengan para saksi. Mereka sekarang sangat stres sehingga secara fisik tidak dapat berbicara,”,” katanya.
Venedyktova mengatakan, sejauh ini sudah 140 mayat diperiksa sehingga ia bisa meminta menteri kesehatan untuk menyediakan ahli forensik sebanyak mungkin untuk rumah sakit lapangan di kawasan Kiev.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan,” Ratusan orang telah dibunuh. Warga disiksa, dieksekusi. Mayat di jalanan. Area beranjau. Bahkan tubuh orang yang sudah mati diranjau.”
Zelenskyy mengatakan, Barat harus menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia, namun menurutnya itu tidak cukup.
Menteri Dalam Negeri Denys Monastyrskiy mengatakan, sudah jelas ratusan warga sipil dibunuh, namun ia tak mau menyebutkan jumlah pastinya karena proses penghitungan sedang dilakukan untuk membersihkan ranjau di area tersebut.
“Banyak warga lokal dilaporkan hilang. Kita tidak dapat memberikan gambaran yang pasti tetapi ada banyak,” katanya.
Sementara itu, dunia internasional langsung bereaksi terkait tuduhan Ukraina terhadap Rusia yang melakukan “pembantaian” yang disengaja di kota Bucha di luar Kyiv. Mereka mengecam aksi Rusia tersebut.
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengatakan pembunuhan warga sipil di Bucha “mengerikan”.
“Ini adalah kebrutalan terhadap warga sipil yang belum pernah kita lihat di Eropa selama beberapa dekade, dan itu mengerikan dan sama sekali tidak dapat diterima,” kata Stoltenberg kepada CNN.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dalam sebuah wawancara di CNN pada Minggu (3/4) menyebutkan bahwa gambar sejumlah besar orang Ukraina yang tewas di Bucha adalah ‘pukulan yang sangat berat’.
Sebelumnya, seorang pejabat setempat, pada Minggu (3/4) mengatakan sedikitnya 57 orang ditemukan terkubur di kuburan missal. Dia menunjukkan kepada AFP celah parit tempat mayat-mayat itu tergeletak.
“Di sini, di kuburan yang panjang ini, 57 orang dimakamkan,” kata Serhii Kaplychnyi, yang mengidentifikasi dirinya sebagai kepala layanan penyelamatan di Bucha dan yang mengorganisir pemulihan mayat-mayat itu.
Kuburan massal berada di belakang sebuah gereja di pusat kota. Beberapa mayat tidak terkubur atau sebagian terkubur di dalam tanah. Beberapa mayat disembunyikan dalam kantong mayat zip-up hitam sementara yang lain mengenakan pakaian sipil.
Sementara itu, Sekterais Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan “sangat terkejut” dengan foto-foto penemuan kuburan massal di Bucha, dekat Kiev, ibu kota Ukraina. Pemimpin badan dunia itu menyerukan penyelidikan independen.
“Saya sangat terkejut dengan foto-foto warga sipil yang tewas di Bucha, Ukraina,” ujar Guterres seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (4/4).
“Sangat penting bahwa penyelidikan independen mengarah pada akuntabilitas yang efektif,” kata Guterres setelah para pejabat Ukraina mengatakan ratusan mayat telah ditemukan di Bucha, memicu tuduhan kejahatan perang terhadap pasukan Rusia.***

Frans Gultom

Komentar