Meghan Dilaporkan Siap Maju Jadi Capres AS

LONDON(IM) – Meghan Markle dilaporkan akan menggunakan kehebohan yang ditimbulkannya saat wawancara dengan Oprah Winfrey untuk memulai karir politiknya. Tidak tanggung-tanggung, Markle memibidik kursi di Gedung Putih , The Daily Mail melaporkan, mengutip seorang tokoh senior Partai Buruh yang tidak disebutkan namanya.
Seorang tokoh senior Partai Buruh mengatakan kepada media Inggris itu bahwa Marklemembuatjaringan di antara para senior Partai Demokrat dengan maksud untuk membangun kampanye dan tim penggalangan dana untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).
“Jaringan partai Blairite, internasionalis, dan Demokrat sedang membicarakan tentang ambisi politik Meghan dan calon pendukungnya,” seperti dikutip dari The Daily Mail, Minggu (14/3).
Sumber itu menambahkan anggapannya bahwa Duchess sedang mengincar pemilu 2024, ketika Presiden Joe Biden akan berusia 82 tahun dan memutuskan apakah dia ingin mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.
Terkait laporan tersebut, sumber yang dekat dengan Duchess of Sussex menolak berkomentar, tetapi pasangan itu merahasiakan pilihan politik mereka.
Sedangkanpakar konstitusi AS menjawab bahwa dia harus melepaskan gelarnya jika dia ingin memegang jabatan publik di Amerika, karena itu akan melanggar sumpah setia AS.
Selama pemilu Amerika Serikat (AS) tahun lalu, mereka melancarkan serangan terselubung terhadap Donald Trump dengan mendesak para pemilih untuk ‘menolak pidato kebencian’, yang oleh juru bicara pasangan itu digambarkan sebagai ‘seruan untuk kesopanan’. Trump sendiri kemudian membalasnya dengan menyatakan bahwa dia ‘bukan penggemar’ Meghan.
Istana Buckingham telah mencoba menjauhkan Keluarga Kerajaan untuk membuat pernyataan selama pemilu AS dengan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa ‘Duke tidak bekerja sebagai anggota keluarga Kerajaan’ dan menggambarkan komentarnya dibuat dalam kapasitas pribadi.
Tahun lalu, seorang teman Duchess of Sussex mengatakan kepada majalah Vanity Fair bahwa salah satu alasan dia tidak melepaskan kewarganegaraan Amerika-nya ketika dia menikah dengan Keluarga Kerajaan adalah agar dia tetap membuka opsi untuk memasuki politik Washington.
Jika dia berhasil mencapai Gedung Putih, Meghan akan menjadi wanita pertama yang menjadi Presiden AS di mana Hillary Clinton gagal empat tahun lalu dan penghuni Oval Office non-kulit putih kedua setelah Barack Obama.
Dia juga akan mengikuti jejak Presiden Ronald Reagan, yang merupakan aktor Hollywood selama empat dekade sebelum beralih ke politik. Selama kampanye tahun 2020, Duchess berbicara kepada When All Women Vote Couch Party, organisasi yang didirikan oleh Michelle Obama untuk mendorong partisipasi dalam pemilihan.
Teman-teman Meghan sebelumnya mendorong spekulasi tentang ambisi politiknya – menggambarkan kebangkitannya dari awal yang sederhana sebagai ‘perwujudan impian Amerika’.***

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp