Mayat Diduga “Penumpang Gelap” di Roda Pesawat saat Mendarat

Mayat seorang pria ditemukan di roda pesawat saat mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam.

Pihak kepolisian Belanda  masih mengusut temuan mayat seorang pria  di bawah roda pesawat yang mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam. Pesawat itu terbang dari Nigeria.

Pria yang dianggap penumpang gelap ini ditemukan di dalam lengkungan roda pada Senin (19/4) sore di bandara Schiphol.

Daily Star melaporkan pihak berwenang Belanda mengatakan mereka telah melakukan penyelidikan atas identitas pria itu dan penyebab kematiannya.

Kemungkinan dia meninggal karena hipotermia akibat suhu ekstrim selama dalam penerbangan sekitar enam jam 45 menit perjalanan dari Lagos ke Belanda.

Para migran diketahui kerap mencoba dan mencapai Eropa dengan bersembunyi di pesawat terbang, terutama di lengkungan roda.

“Pria itu bersembunyi di lengkungan roda pesawat. Suhu rendah mungkin berakibat fatal baginya selama penerbangan,” terang seorang juru bicara Kerajaan Belanda Marechaussee.

Jika mereka selamat dari perjalanan yang sangat berbahaya, mereka kemudian dapat mencoba dan mengklaim suaka.

Dalam kasus serupa, seorang anak laki-laki berusia 16, dari Kenya bersembunyi di roda pendaratan pesawat yang terbang ke bandara Maastricht Aachen dari London, pada Februari lalu.

Dia selamat namun harus dirawat di rumah sakit karena hipotermia parah. Dia pun kemudian mengajukan status suaka.

Sebelumnya, seorang pria misterius jatuh dari langit di London selatan dan mayatnya ditemukan di taman Clapham. Dia bersembunyi di roda pendaratan penerbangan Kenya Airways ke Heathrow. Sementara itu, menurut pedoman Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) UNHCR, pencari suaka yang kabur harus dilindungi dari pemulangan paksa ke negara asalnya karena mereka berada dalam situasi yang sangat rentan yang membutuhkan perlindungan internasional dan solusi yang tahan lama.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp