Mau Menyeberang, Satu Keluarga Jatuh dari Jembatan Gantung Sungai Ciberang

Evakuasi korban satu keluarga jatuh dari jembatan gantung sungai Ciberang.

LEBAK- Warga Kabupaten Lebak dibuat geger dengan peristiwa jatuhnya satu keluarga ke Sungai Ciberang dari Jembatan Gantung yang berada di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun,  Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Rabu (15/9) pagi. 

Bagaimana tidak, jatuhnya satu keluarga itu terekam video oleh warga sekitar dan menjadi viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat kengerian, dengan seorang ibu dan anak yang diketahui bernama Cucum dan Yosef terjatuh dari jembatan langsung ke sungai Ciberang dengan ketinggian diperkirakan 10 meter lebih.

Sementara sang ayahnya sendiri yakni Yadin dan motor yang mereka tumpangi masih bergelantungan di jembatan itu. 

Kepala Desa Ciladaeun, Yayat Dimyati mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 09.00 WIB.   Keluarga itu sendiri berasal dari Cilueksa, Kabupaten Bogor. 

Yadin dan keluarganya diketahui melewati jembatan itu saat hendak berkunjung ke rumah kerabatnya di Kecamatan Lebak Gedong.  

Namun, nahas saat melewati jembatan gantung yang menjadi akses satu-satunya itu motor yang ditumpangi keluarga itu kehilangan keseimbangan sehingga motor menabrak tali sling jembatan gantung itu. 

“Saat kejadian motor yang ditumpangi korban kehilangan keseimbangan, karena kondisi jembatan itu sendiri licin, sehingga motor  menabrak tali sling jembatan. Dan Ibu serta anaknya langsung nyebur ke sungai. Sementara sang Ayah yang bergelantungan berhasil ditarik ke atas jembatan, ” kata Yayat saat dihubungi. 

Masih kata Yayat, sang ibu dan anak berhasil diselamatkan dan hanya mengalami luka ringan saja.  

Mereka juga sudah mendapatkan penanganan pertama oleh petugas medis setempat.  

Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian kebetulan ada petugas medis.  

Anak dan ibu yang terjatuh juga hanya mengalami luka ringan saja.

Jembatan gantung yang dibangun oleh para relawan pada tahun 2020 lalu itu sendiri merupakan akses jalan satu-satunya yang menghubungkan Kecamatan Lebak Gedong.

 Sedangkan jembatan permanen yang sebelumnya digunakan warga sekitar kini masih dalam tahap perbaikan pasca putus diterjang banjir beberapa waktu yang lalu. 

Yayat mengimbau agar masyarakat tetap waspada ketika melintasi jembatan tersebut. “Kalau tidak berani, kan ada masyarakat yang standby di situ jadi bisa minta tolong mereka. Kondisi jembatan permanen sekarang dalam tahap pemasangan tiang. Targetnya Desember selesai,” tutup Yayat. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp