Masyarakat Tionghoa Peduli Bandung dan Denkavkud Pussenkav TNI AD Kembali Serahkan Sumbangan ke Ponpes Darul Inayah

Herman Widjaja, Dr Djoni Toat, SH,MM, anggota TNI dan pengurus Ponpes Darul Inayah berfoto bersama di depan rumah abu seratus marga.

BANDUNG–Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) Bandung dan Denkavkud Pussenkav TNI AD serta Yayasan Pikiran Rakyat, Jumat (23/4) lalu kembali menyelenggarakan bakti sosial.

Ketiga institusi tersebut menyerahkan sumbangan 1,5 ton beras, 100 kardus mie instan, 18 liter minyak goreng, 96 kaleng sarden, 100 bungkus kripik kentang, 100 kilogram gula pasir, 80 kilogram kurma, 540 bungkus vitamin dan 800 masker kesehatan diberikan kepada Ponpes Darul Inayah Cisarua.

H. Asep S dan istri  (keenam dan ketujuh dari kiri) berfoto bersama para santri dan anggota TNI.

Bantuan tersebut dikirimkan oleh anggota TNI ke Ponpes Darul Inayah dengan truk TNI AD. Dan diterima oleh pimpinan Ponpes H. Asep S.

          Ponpes Darul Inayah adalah sebuah pondok pesantren yang tidak memungut biaya pendidikan. Sebagian besar santrinya yatim piatu atau anak dari keluarga kurang mampu.

H. Asep S (kesatu dari kiri) dan para santriwati berfoto bersama di depan bantuan sembako.

Tapi Ponpes Darul Inayah sangat kreatif, para santrinya dapat membuat roti untuk dijual.

Di kebun belakang pondokan juga ditanam berbagai sayuran untuk dikonsumsi sendiri. Dan banyak juga yang untuk dijual.

Para santri di Ponpes Darul Inayah selain belajar bahasa bahasa Inggris dan bahasa Arab, juga bisa mempelajari bahasa Mandarin.

Pasalnya H. Asep S. sangat tertarik dengan budaya Tionghoa, maka para santri ada yang mempelajari menulis kaligrafi, berlatih Tai Chi dan bermain catur gajah. Bahkan diantara para santri ada yang ikut serta dalam kejuaraan nasional dan memenangkan kejuaraan tersebut.

Bantuan sembako tiba di Ponpes Darul Inayah.

          H. Asep S menyatakan amat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan tim Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) Bandung Peduli, YDSP Bandung dan Denkavkud Pussenkav TNI AD.

“Karena bantuan semacam ini bukan hanya satu dua kali saja. Dan tidak hanya pada saat wabah Covid-19 melanda, melainkan telah beberapa tahun sebelumnya Ponpes Darul Inayah telah memperoleh perhatian dan bantuan  perwakilan komunitas Tionghoa,” ujarnya.

          Dia berharap rasa persaudaraan yang indah ini akan kekal abadi. Dan semoga Tuhan membalas semua kebaikan ini dan semoga anda sekalian selalu diberikan kesehatan.

          Koordinator MTP Bandung Dr Djoni Toat SH, MH memuji Ponpes Darul Inayah adalah model bagi pondok pesantren lainnya.

Meskipun tidak dipungut biaya, namun banyak santri yang setelah lulus dari Ponpes Darul Inayah menerima berbagai beasiswa untuk melanjutkan studi mereka.

Selain itu, Ponpes Darul Inayah sendiri kreatif dan dapat mandiri secara finansial.

Dia menambahkan Ponpes Darul Inayah dan Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) Bandung memiliki persahabatan yang sangat istimewa.

Bagi sebuah pondok pesantren, adalah hal yang langka dan unik bagi seorang santri untuk belajar catur gajah. Bahkan banyak santri yang telah memperoleh beasiswa dan  memenangkan kejuaraan catur gajah. “

          Bantuan dari Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) Bandung yang terbentuk dari berbagai komunitas Tionghoa ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Ponpes Darul Inayah.

Semoga Ponpes Darul Inayah semakin lama semakin berkembang serta terus melakukan berbagai usaha agar lebih maju. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp