Thursday, 18 April 2024

Search

Thursday, 18 April 2024

Search

Marketplace Abbalove HOM Pluit Cap Go Meh Celebration: “2023, GELAP Atau TERANG”

Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo (kiri) saat menyampaikan pemaparannya bersama CEO Citibank N.A Indonesia Batara Sianturi (tengah), moderator Darmadi Sutanto (Deputy CEO Bank BTPN).

JAKARTA –  Abbalove HOM Pluit mengisi rangkaian perayaan Cap Go Meh 2023  dengan  kegiatan yang sangat bermanfaat dengan menghadirkan pakar ekonomi dan bisnis guna memberikan pandangan berkaitan situasi perekonomian sepanjang tahun 2023.

Hengky Yaury memberikan cederamata kepada  Batara Sianturi.

Acara itu dikemas dengan nama Marketplace Abbalove HOM Pluit Cap Go Meh Celebration untuk Professional dan Businessman, mengangkat tema “2023 GELAP atau TERANG”, yang berlangsung di HOM Abbalove Pluit, Lt 4,  Rabu (8/2) mulai pukul 19.00 WIB.

Sofyan Sutedja memberikan cenderamata kepada Haryanto Adikoesoemo.

Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 400 professional dan businessman itu, tampil sebagai pembicara  yakni Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo dan  CEO Citibank N.A Indonesia  Batara Sianturi,  dengan moderator Darmadi Sutanto (Deputy CEO Bank BTPN).

Ely Kapitan memberikan cenderamata kepada Darmadi Sutanto.

“Saya selalu menyaksikan pemberitaan, ada yang bilang 2023 akan terang, gelap, ada yang bilang habis gelap terbitlah terang, ada yang bilang ini tahun resesi, ada yang bilang ekonomi bertumbuh, ada yang bilang ini tahun komoditas. Tapi yang benar adalah 2022, 2023 atau 2024, semuanya adalah anno domini. Jadi kalo semua tahun adalah anno domini, maka 2023 ini tahun milik Tuhan Yesus. Kita mempunyai Tuhan Yesus. Jadi optimis terang,” kata Batara.

Batara memang mengajak seluruh hadirin untuk selalu optimis menghadapi tahun 2023 sambil menyebutkan beberapa indikator yang dicapai bangsa Indonesia di tengah situasi global yang tidak menentu. Pasalnya masih ada perang antara Rusia melawan Ukraina, ada perang dagang.

“Kita patut bersyukur bahwa selama 32 bulan berturut-turut  bangsa kita mengalami  surplus perdagangan,  itu artinya ekspor kita lebih tinggi.  Terkait  apakah terang atau gelap, semua  tergantung kita. Kita harus optimis,” kata Batara.

KI-KA: Cheristopher Heng, Joshua Yaury, Sofyan Sutedja, Yeremia Hindrata, Jenny Hadi Saputro, Melisa Yaury,  Hengky Yaury, Haryanto Adikoesoemo, Lisien Sinta, Batara Sianturi, Darmadi Sutanto, Maria Kapitan, Ely Kapitan dan Davis Lim.

Sementara Haryanto Adikoesoemo selain membicarakan tentang tantangan ekonomi secara global, dia juga membagikan pengalaman bisnis yang digelutinya, termasuk saat menghadapi krisis.

“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi,  hanya Tuhan. Jika kita menyaksikan berita setiap hari (terkait terang atau gelap) yang selalu berubah, pusing   saya. Mau bisnis, bagaimana keputusannya. Tapi Puji Tuhan, bahwa Tuhan kita hebat. Lalu apa yang harus kita lakukan jika kita punya Tuhan yang hebat? Yah harus berdoa meminta hikmat dan penerangan Roh Kudus. Dengan demikian, kita dapat menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujar Haryanto.

Ia juga mengungkapkan kunci sukses dalam berbisnis yakni bertransformasi dan mengikuti perkembangan zaman. Lantas ia mengisahkan pengalaman saat menghadapi krisis tahun 1997 dan 1998. Yang dilakukannya adalah memperkecil produksi dan menghemat modal kerja.

Sebagian peserta Marketplace Abbalove HOM Pluit Cap Go Meh Celebration.

Di awal acara, ketua panitia Davis Lim mengatakan acara  ini bertujuan untuk mempertemukan para pengusaha terutama di Abbalove HOM Pluit,  untuk bersinergi antara pengusaha senior dan para profesional muda, pengusaha senior yang punya pengalaman, punya koneksi dan modal serta yang muda punya awareness terhadap market yang ter-update. “Kemudian  kita juga ingin tahu dari pada nara sumber apakah tahun 2023 ini terang atau gelap bagi para pengusaha, sehingga bisa mempersiapkan diri dengan baik dan selalu mencari solusi serta terobosan,” kata Davis.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media