International Media

Senin, 3 Oktober 2022

Senin, 3 Oktober 2022

Mantan Putri Jepang Kini Jadi Sukarelawan di Museum

Mantan putri Jepang, Mako Komuro.

NEW YORK – Putri Jepang Mako, yang melepas gelar bangsawannya untuk menikah dengan orang biasa, kekasih masa kuliahnya, Kei Komuro pada Oktober tahun lalu, saat ini tinggal di Kota New York, Amerika Serikat.
Mako dan suaminya dikabarkan tinggal di sebuah apartemen di Hell’s Kitchen, New York dan kabarnya mantan putri itu kini bekerja sebagai sukarelawan di Metropolitan Museum of Art, atau yang dikenal sebagai The Met.
Menurut laporan Japan Times, Mako telah mendapatkan peran tak dibayar di museum dimana dia bekerja sebagai kurator. Laporan itu menunjukkan Mako akan membantu pameran gulungan gantung yang terinspirasi oleh Ippen, seorang biksu Buddha abad ke-13.
Mako, keponakan Kaisar Naruhito, memiliki gelar Master dalam bidang studi museum dan galeri seni di University of Leicester di Inggris. Di negaranya sendiri, Jepang, Mako pernah belajar seni dan warisan budaya di Universitas Kristen Internasional Tokyo, di mana ia juga bertemu suaminya Kei Komuro.
“Dia memenuhi syarat dan mungkin menangani potongan-potongan dalam koleksi. Secara umum, ini adalah pekerjaan yang membutuhkan banyak persiapan dan seringkali berarti menghabiskan banyak waktu di perpustakaan,” kata mantan kurator Met kepada People.
Situs web The Met juga menampilkan katalog esai yang ditulis oleh Mako yang berfokus pada gulungan gantung pertengahan abad ke-20 berjudul Biksu Ippen Memberi Pejuang Tonsure dan Istrinya sebagai Biarawati Buddhis Awam karya Yamada Shinzan.
The Met didirikan pada tahun 1870 dan memiliki sekitar 1,5 juta item yang mewakili warisan budaya dunia yang mencakup lebih dari 5.000 tahun. Mako dan suaminya dilaporkan tinggal sekira 10 menit berkendara dari museum di distrik apartemen mewah.
Kei Komuro, suami Mako, saat ini bekerja sebagai paralegal di sebuah firma hukum di New York. Namun, baru-baru ini dilaporkan untuk kedua kalinya gagal lulus ujian untuk menjadi pengacara.***

Frans Gultom

Komentar

Baca juga