International Media

Kamis, 19 Mei 2022

Kamis, 19 Mei 2022

Mantan Presiden Honduras Diekstradisi ke AS

Juan Orlando Hernandez

TEGUCIGALPA — Honduras mengekstradisi mantan Presiden Juan Orlando Hernandez ke Amerika Serikat (AS) pada Kamis (21/4). Ekstradisi ini dilakukan dalam kasus perdagangan narkoba dan tuduhan kepemilikan senjata.
Hanya tiga bulan setelah meninggalkan kantor kepresidenan, Hernandez yang diborgol naik pesawat dengan agen-agen dari Administrasi Penegakan Narkoba menuju AS. Dia akan menghadapi dakwaan di Distrik Selatan New York.
Jaksa Agung AS Merrick Garland mengatakan Hernandez menyalahgunakan posisinya sebagai Presiden Honduras dari 2014 hingga 2022. Mantan sekutu AS ini dinilai mengoperasikan Honduras sebagai negara narkotika.
Dalam dokumen pengadilan, jaksa AS menuduh Hernandez terlibat dalam konspirasi perdagangan narkoba yang korup dan kejam yang memindahkan lebih dari 550 ton kokain ke AS. Dia didakwa berpartisipasi dalam konspirasi perdagangan narkoba, kepemilikan senapan mesin dan alat perusak.
Jaksa menuduh Hernandez menerima jutaan dolar dari kartel narkoba, termasuk dari gembong narkoba Meksiko terkenal Joaquin “El Chapo” Guzman. Mereka menuduh dia menggunakan uang itu untuk membiayai kampanye politiknya dan terlibat dalam penipuan dalam pemilihan presiden Honduras 2013 dan 2017.
Hernandez ditangkap di rumahnya di Tegucigalpa pada Februari atas permintaan pihak berwenang AS. Dia dibelenggu dan diarak di depan wartawan, pemandangan yang tidak pernah dibayangkan banyak orang Honduras.
Mahkamah Agung Honduras menolak banding Hernandez atas keputusan hakim yang mendukung ekstradisi.
“Perdagangan narkoba memicu kejahatan dan kecanduan yang kejam, itu menghancurkan keluarga, dan merusak komunitas,” kata Garland.
“Departemen Kehakiman berkomitmen untuk mengganggu seluruh ekosistem jaringan perdagangan narkoba yang merugikan rakyat Amerika, tidak peduli seberapa jauh atau setinggi apa pun itu kita harus bertindak,” katanya.
Hernandez telah berulang kali membantah melakukan kesalahan.
“Saya tidak bersalah, saya telah dan secara tidak adil menjadi sasaran penuntutan,” katanya dalam pesan video yang dirilis Kamis dan menegaskan dia adalah korban dari pengedar narkoba yang diekstradisi dan sekarang berbohong untuk membalas dendam.
Jaksa AS telah menghabiskan bertahun-tahun membangun kasus dari pengedar narkoba tingkat rendah dan politisi lokal hingga bos kejahatan terorganisasi. Pedagang kelas kakap ini menggunakan koneksi politik serta koneksi dengan kartel perdagangan narkoba di Kolombia dan Meksiko untuk memindahkan berton-ton kokain ke AS dengan melakukan pembayaran kepada Hernandez atau salah satu saudaranya, juga seorang politisi Tony Hernandez. Saudara laki-laki Hernandez itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di pengadilan AS yang sama dengan tuduhan yang pada dasarnya sama.
Hernandez menjabat pada Januari 2014 dan memegang kursi kepresidenan hingga Januari tahun ini. Ketika Xiomara Castro dilantik sebagai penggantinya berkampanye untuk membasmi transfeksi Honduras dan Hernandez dipandang sebagai target terbesar.
Transportasi Hernandez ke AS menggunakan helikopter dengan penjagaan ketat dari markas polisi tempat dia ditahan ke bandara yang mendapatkan liput langsung oleh saluran televisi lokal. Beberapa warga Honduras berdiri di luar pagar pembatas bandara untuk melihat sekilas mantan presiden naik pesawat dengan otoritas AS. Ketika pesawat lepas landas beberapa terlihat melompat melakukan perayaan.

Frans Gultom

Komentar

Baca juga