Mantan PM Malaysia Najib Razak Terlilit Utang Rp5,8 Triliun ke Negara

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (tengah), mengenakan masker.

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak kembali terbelit skandal yang dapat mengakhiri karier politiknya. Kini Najib Razak disebut sedang  menghadapi kebangkrutan, karena diduga gagal membayar pajak lebih dari 400 juta dollar AS (Rp 5,8 triliun).

Najib kehilangan kekuasaan pada 2018. Setelah dia terlibat dalam skandal keuangan, partainya kalah dalam pemilihan meski telah memerintah negara Asia Tenggara itu selama enam dekade. Pemimpin dan kroninya dituduh mencuri miliaran dollar dari dana investasi negara Malaysia, 1MDB.

Sejak itu dia dihukum dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, dalam persidangan pertama dari beberapa proses hukum yang harus dia hadapi atas penipuan tersebut. Tahun lalu, pengadilan memerintahkan Najib membayar 1,69 miliar ringgit (409 juta dollar AS) setara Rp 5.9 triliun atas pajak terutang antara 2011 dan 2017.

Melansir AFP pada Selasa malam (6/4/),  Najib mengatakan pejabat pajak mengeluarkan pemberitahuan yang menuntut dia menyelesaikan tagihan itu. Tidak hanya itu, politisi yang tetap bebas dengan jaminan dan masih menjadi anggota parlemen itu, juga harus membayar biaya tambahan.

Jika tidak, pejabat pajak akan memproses pernyataan kebangkrutan. Jika Najib bener-benar dinyatakan bangkrut, mantan perdana menteri itu akan kehilangan kursinya di parlemen dan dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan.

Menanggapi tuntutan itu, pria berusia 67 tahun ini bersikeras selalu membayar pajak. Dia menuding kasus terhadapnya bermotif politik.

 “Saya akan terus berdiri dan melawan setiap upaya untuk menggertak dan mengintimidasi saya oleh mereka yang berkuasa,” tulisnya di Facebook.

Najib mengaku telah meminta pengacaranya untuk mencoba menghentikan persidangan. Kantor pajak Malaysia menolak berkomentar.

Kabar soal ancaman kebangkrutan datang ketika berbagai faksi berjuang mengontrol partai Najib, Organisasi Nasional Melayu Bersatu. Terlepas dari keterlibatannya dalam skandal 1MDB, Najib masih menjadi anggota yang berpengaruh di partai tersebut. Dia juga masih menjadi sosok populer di Malaysia, dengan lebih dari empat juta pengikut di Facebook. Perdana Menteri Malaysia yang menjabat pada 2009-2018 ini, memulai banding terhadap hukumannya atas skandal 1MDB tahun lalu. Dia menyangkal telah melakukan kesalahan.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp