Mantan Pengacara Laskar FPI Minta Polisi Transparan dalam Penyidikan Penembakan di KM 50

Mantan kuasa hukum Laskar FPI, Azis Yanuar

JAKARTA – Tiga aparat kepolisian Polda Metro Jaya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus unlawful killing Laskar FPI di KM 50. Tetapi, proses penyidikan saat ini berjalan untuk dua tersangka, lantaran seorang  telah meninggal dunia.

Menanggapi hal itu, eks Pengacara Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar berharap, Polri bisa lebih detail dan transparan terkait dengan proses penyidikan tersebut.

“Kami masyarakat dan keluarga korban menyatakan masih menunggu siapa komandan dari para pelaku,” kata Aziz, Jakarta, Rabu (7/4).

Kemudian, Aziz juga mempertanyakan sejumlah hal-hal teknis terkait proses penyidikan tersebut. Diantaranya jumlah mobil ketika kejadian hingga motif dari tersangka tersebut.

“Ada beberapa mobil saat itu,itu siapa saja mereka. Motifnya apa,” ujar Aziz.

Selain itu, Aziz juga berharap, Polri bisa membuka identitas dari dua orang yang telah resmi dijadikan tersangka tersebut.

“Dan siapa nama dua yang tersangka serta satu almarhum itu juga dari unit mana. Infonya tidak ditahan juga ya,” ujar Aziz.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 351 KUHP atas dugaan perbuatannya.

“Tetap seperti kemarin Pasal 338 Jo Pasal 351 KUHP,” kata Rusdi. Adapun bunyi Pasal 338 adalah, ‘Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun’.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp