Friday, 19 April 2024

Search

Friday, 19 April 2024

Search

Manchester City Targetkan Februari Yang Sempurna

Pep Guardiola saat memberikan instruksi kepada Manuel Akanji.

MANCHESTER –  Manchester City mulai menanjak lagi. City pun menatap Februari yang menantang. Sebanyak tujuh pertandingan akan dilakoni, termasuk big match melawan Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris dan lawatan ke markas RB Leipzig di laga leg pertama (23/2).

The Citizens sukses bangkit dari dua kekalahan beruntun dari Southampton 0-2 (perempatfinal Carabao Cup) dan Manchester United 1-2 (Liga Inggris). City memetik kemenangan di tiga pertandingan berikutnya usai menggulung Tottenham Hotspur 4-2, Wolverhampton 3-0, sebelum mendepak Arsenal dari Piala FA dengan kemenangan 1-0.

Walau sudah tersingkir di Piala Liga, Man City masih berpeluang memenangi treble di akhir musim. Saat ini si Biru Langit hanya tertinggal lima poin dari Arsenal di Premier League, menjejak babak 16 besar Liga Champions, dan lolos ke babak kelima Piala FA.

Bek tengah Man City Manuel Akanji menegaskan, timnya bertekad memenangi seluruh pertandingannya di Februari ini. “Hasil-hasilnya memang tidak selalu berakhir seperti yang kami rencanakan atau yang kami inginkan, tapi kami toh memenangi tiga pertandingan terakhir jadi kupikir ini adalah sebuah kebangkitan yang bagus. Mudah-mudahan kami bisa meneruskan laju kemenangan ini,” kata Akanji di M.E.N.

Ia mengatakan, setiap laga menjadi begitu penting bagi Manchester City. “Setiap pertandingan itu penting, tapi di Januari dan Februari ada banyak pertandingan. Sekarang Liga Champions sudah kembali. Ini adalah sebuah kompetisi yang penting dan, ya, kami tidak bisa kalah lagi. Kami tidak boleh kehilangan poin lagi. Kami tahu akan hal itu dan begitulah kami mendekati setiap pertandingan, untuk merebut tiga angka,”  tambah mantan pemain Borussia Dortmund ini

Akanji akan memimpin lini pertahanan Manchester City pada pertandingan penting pertama di Februari. Man City mesti menyambangi markas Tottenham di lanjutan Liga Inggris pada Minggu (5/2).

Tapi sanggupkah City mengarungi sisa musim ini dengan mulus? Ataukah mereka bakal seperti Liverpool yang masih tertatih-tatih seiring dengan menterengnya performa Arsenal?

Sepintas,  era duopoli Manchester City dan Liverpool sudah selesai. Liga Utama Inggris kini jauh lebih sengit dibandingkan dengan musim-musim ketika dua raksasa itu bergantian menduduki tahta tertinggi liga sepak bola paling menarik sejagat itu.

Dulu, hanya dua klub itu yang sulit ditaklukkan oleh lawan-lawannya. Mereka begitu perkasa yang saking perkasanya, lawan pun gentar sebelum bertanding.

Kini, justru Arsenal dan kekuatan baru Newcastle United, yang menjadi dua tim yang paling sulit dikalahkan. Selain itu, masih ada Brighton, Fulham dan Brentford yang siap merusak ekspektasi dan prediksi pengamat dan bandar judi.

Dahulu, persaingan antara peracik-peracik taktik sepak bola top di Liga Inggris hanya melibatkan Pep Guardiola dan pelatih Liverpool Juergen Klopp.

Guardiola masih pelatih paling cemerlang di Inggris, tetapi kini dia menghadapi gugatan yang sengit dari dua pelatih yang pernah menjadi tangan kanan dan sekaligus didikannya. Kedua orang itu adalah Mikel Arteta yang melatih Arsenal dan Erik ten Hag yang menjadi manajer Manchester United.

Walau demikian, Guardiola menyebutkan, persaingan di Liga Inggris saat ini sangat positif. “Kami akan terus berjuang membuat persaingan di Liga Inggris semakin sengit. Jujur saat ini, persaingan tidak mudah. Kami harus menghadapinya dengan menaikkan performa,” kata Guardiola

Namun di tengah otimisme Manuel Akanji dan Guardiola, kini muncul kabar bahwa Manchester City akan kehilangan salah satu beknya. Di mana Joao Cancelo mendadak ingin meninggalkan Manchester City. Bek asal Portugal itu kabarnya bersitegang dengan Guardiola.

Rumor transfer Cancelo mencuat pada Senin (30/1), jelang bursa transfer musim dingin ditutup. Pemain berusia 28 tahun itu dirumorkan akan menuju Bayern Munich dengan status pinjaman.

Eks bek Inter Milan dan Juventus itu sempat dicadangkan Manchester City saat melawan Arsenal, yang disebut menjadi puncak ketegangannya dengan manajer.

Lantas jika seperti ini keadaannya, sanggupkah Manchester City menjadikan Februari sebagai bulan yang sempurna bagi mereka? Patut ditunggu.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media