Manchester City Harus Berjuang Keras Atasi PSG

Selebrasi pemain Manchester City usai Kevin De Bruyne mencetak gol ke gawang PSG. (foto: ist)

PARIS –  Manchester City harus berjuang keras guna mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) pada leg 1 semifinal Liga Champions yang berlangsung di Parc des Princes, Kamis (29/4) dinihari WIB. Sempat kecolongan lewat gol Marquinhos di menit ke-15, City mampu membalikkan keadaan lewat Kevin De Bruyne di menit ke-64 dan Riyad Mahrez di menit ke-71.

Marquinhos (ketiga dari kiri) sempat membuat PSG unggul. (foto: ist)

Memang bukan tugas mudah  bagi City yang datang sebagai tamu, mengingat mereka jarang tampil di semifinal dan ini merupakan kali keduanya. City pun kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama, menghadapi serangan Kylian Mbappe, Angel Di Maria dan Neymar.

 Padahal PSG punya sembilan attempts dengan empat mengarah ke gawang dan City cuma punya dua attempts on target dari total empat di babak pertama.  Tapi, di babak kedua, City tiba-tiba berubah menjadi trengginas dan balik menekan pertahanan PSG hingga kelimpungan, City total membuat tujuh atttempts, lima mengarah ke gawang.

Performa trengginas City di babak kedua membuat manajer Pep Guardiola senang bukan main. Itu artinya, 15 menit waktu istirahat mampu dimaksimalkan City dengan baik. Kartu merah Idrissa Gueye di menit ke-76 turut memuluskan jalan City untuk menang.

“Kadang Anda hanya butuh bermain lebih santai dan menjadi diri sendiri. Kami sedikit mengubah cara menekan lawan di babak kedua. Tidak mudah memang menghadapi Neymar, Mbappe dan Di Maria. Saya sangat puas dengan performa tim,” ujar Guardiola kepada BT Sport.

Riyad Mahrez menjadi penentu kemenangan Manchester City atas PSG. (Foto: ist)

Tapi Guardiola mewanti-wanti kalau Citizens masih harus melakoni leg kedua. Ia yakin PSG punya kualitas untuk membalikkan skor tersebut. “Kami mencetak dua gol tandang yang sangat penting. Meski demikian, kami masih harus melakukan tugas berat enam hari lagi. Saat tertinggal 0-1, kami tidak bisa menguasai bola dengan baik. Klub memang tidak punya pengalaman di fase ini. Yang saya inginkan para pemain tampil seperti biasanya saja di leg kedua. Kami sudah bermain bagus, jangan diubah-ubah lagi,” ujar Guardiola.

Rupanya, evaluasi saat turun minum menjadi kunci kemenangan City. Keinginan segera mencetak gol penyeimbang ternyata malah membuat serangan jadi buntu. Gaya main itu memang kemudian diubah oleh Guardiola, seperti yang dijelaskan De Bruyne seusai laga.

 “Bermain lebih banyak dengan bola. Di babak pertama, kami terburu-buru, kami maju ke depan terlalu cepat, dan itu bukan gaya main kami. Di babak kedua, kami lebih sabar mencari ruang. Mereka betul-betul tim yang sulit dihadapi. Namun aliran serangan yang kami bangun berjalan bagus,” kata kata De Bruyne kepada BT Sport.

Dalam laga itu The Citizens bahkan membuat Mbappe bak macan ompong, tak bertaji. Padahal Mbappe selalu menjadi tumpuan PSG musim ini. Total, 37 gol sudah dilesakkannya di semua kompetisi. Delapan gol di antaranya dicetak Mbappe di Liga Champions. Hebatnya, 6 golnya di ajang itu ia cetak mulai di babak knock out.

Mbappe begitu bersinar di babak 16 besar. Ia memborong 4 gol ke gawang Barcelona, masing-masing hatrick di leg pertama dan satu gol di leg kedua. Ketajaman Mbappe berlanjut di perempatfinal. Saat menghadapi Bayern Munich, eks pemain AS Monaco itu bisa membuat dua gol ke gawang sang juara bertahan.

Saat menjamu City, Mbappe tak bisa berbuat banyak di barisan pertahanan City. Kecepatannya mampu diredam dengan baik oleh Ruben Dias dan John Stones. Menurut Opta, Mbappe untuk pertama kalinya gagal melepaskan satu tembakan pun ke gawang lawan.

Walau kalah, pelatih Mauricio Pochettino belum menyerah dan masih yakin  timnya bisa merebut tiket final kembali. “Anda harus selalu yakin dalam sepakbola. Kami akan datang ke sana enam hari lagi dan mencoba menang serta mencetak gol. Tentu saja kami memang sedikit dalam tekanan, tapi Anda harus selalu mencoba banyak hal dalam sepakbola,” ujar Pochettino di situs UEFA. Ia juga menyebutkan, dua City hanya kebetulan.

“Saya pikir kami pantas masuk ke ruang ganti dengan keunggulan, tapi di babak kedua, mereka lebih baik. Kalau Anda melihat gol-gol mereka, saya pikir itu adalah gol-gol yang kebetulan. Tapi pada akhirnya, mereka lebih mendominasi babak kedua dan mereka menciptakan lebih banyak peluang,” ucap Pochettino.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp