Manajer Kafe Holywings Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Kerumunan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

JAKARTA  – Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya menetapkan manajer Otlet Kafe Holiwings, Kemang Jakarta, sebagai tersangka kasus kerumunan yang terjadi di Kafe Holywings.

Menurut Kabid Humas Polda Mentro Jaya Kombes Pold Yusri Yunus, manejer  Kafe Holywings berinisial JAS terbukti melakukan kesalahan tindak pidana. 

“Berdasarkan hasil penyidikan. Setelah dari sidik ke lidik. Ditetapkan satu orang tersangka inisial JAS. Manajer Holywings. Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (17/9).

JAS ditetapkan sebagai tersangka karena telah melanggar UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Selain itu, JAS juga telah tiga kali melanggar aturan.

“JAS sudah tiga kali diberi sanksi. Dia juga tidak memiliki scane barcode,” ujarnya.

Sebelum menetapkan tersangka, Polda telah memeriksa sebanyak 26 orang saksi. Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan menyebut Holywings Kemang sudah tiga kali melanggar protokol kesehatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Februari-Maret 2021.

Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19 pelaku usaha, pengelola, atau penyelenggara usaha yang melanggar protokol kesehatan bisa dikenakan sanksi administratif mulai dari teguran tertulis, penghentian sementara, denda administratif, pembekuan sementara izin, hingga pencabutan izin.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta sebelumnya telah menyegel kafe Holywings Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Penyegelan Holywings dilakukan setelah terjadi pelanggaran protokol kesehatan di tempat itu pada Minggu (5/9) dini hari.

Anggota Satpol PP DKI Jakarta datang ke Holywings Kemang pada Minggu malam sekitar pukul 22.45 WIB. Dua mobil Satpol PP DKI Jakarta parkir di seberang Holywings Kemang. Sesaat kemudian, anggota Satpol PP DKI Jakarta masuk ke dalam gedung Holywings. “Kami mau cek dulu ke dalam,” ujar salah satu anggota Satpol PP DKI Jakarta yang enggan menyebutkan namanya.

Sekitar 10 menit, anggota Satpol PP DKI Jakarta kemudian keluar dari ruangan Holywings Kemang. Salah satu anggota Satpol PP menuju tembok di dekat pintu masuk Holywings dan menempelkan stiker sanksi administrasi penyelenggaraan kegiatan. Dalam stiker tersebut, Satpol PP DKI Jakarta memberikan sanksi berupa penutupan selama 3×24 jam.

 “Saya cuma melaksanakan tugas (penyegelan Holywings), mohon maaf ya,” ujar seorang anggota Satpol PP DKI Jakarta saat ditanya wartawan seusai melakukan penyegelan.

Sebelumnya, Holywings Kafe digerebek polisi, tepatnya pada Minggu (5/9) dini hari kemarin. Polisi melakukan razia dalam rangka pengawasan bar dan kafe di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Saat razia tersebut, polisi menemukan kerumunan pengunjung di Holywings.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp