International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Mahasiswa Buddhis se-Surabaya  Audiensi dengan Wali Kota, Minta Doa Restu gelar Mindful Festival

Jonathan Riccardo (ketiga kanan) menyerahkan cenderamata ke M. Afghani Wardhana (keempat kanan).

SURABAYA–Sejumlah perwakilan Mahasiswa Buddhis se-Surabaya melakukan  audiensi dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Selasa (6/8). 

        Kegiatan ini untuk meminta doa restu sebelum menggelar Mindful Festival, sebuah acara yang mengajak healing warga kota Surabaya, yang akan digelar pada 12-16 Oktober 2022, di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya.

        Dalam audiensi tersebut, perwakilan diterima oleh M. Afghani Wardhana S., SE, MM, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, yang mewakili Wali Kota Eri Cahyadi.

        Dalam sambutannya, Afghani menyebut jika acara ini sangat menarik.

“Ini acara keagaaman yang kreatif. Dan bisa memikat banyak warga Surabaya untuk mencoba hal yang positif. Seperti meditasi untuk menemukan mindfulness sangatlah bagus,” ujarnya. 

        “Apalagi Surabaya merupakan kota yang majemuk. Dan warganya menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Serta negara dan pemerintah, mampu menjamin dan melindungi warganya, untuk menjalankan ajaran agamanya secara baik,” tambahnya. 

        Afghani berjanji akan menyampaikan hasil positif pertemuan ini ke Wali Kota Eri Cahyadi.

Mengingat tujuan audiensi ini, selain untuk meminta doa restu. Juga meminta kesediaan Eri Cahyadi selaku Dewan Kehormatan Mindful Festival 2022, untuk membuka acara, bersama para pengurus Vihara se-Surabaya, Young Buddhist Association, manajemen Pakuwon Group, serta Dewan Pelindung Anggota Sangha dan Para Bhikku.

        Sementara itu, ketua pelaksana Mindful Festival Jonathan Riccardo mengungkapkan, inti acara ini adalah mengajak warga Surabaya pada umumnya dan pengunjung Tunjangan Plaza pada khususnya, untuk bisa healing sejenak. Melalui teknologi yang dipadukan dengan metode meditasi dari agama Buddha.

        “Pada acara nanti, ada meditasi workshop yang dipimpin oleh para bhikku dari berbagai tradisi dan vihara. Serta ada teknologi alat sensor gelombang pikiran, yang bisa mendeteksi ketenangan pikiran kita,” ujarnya. 

        “Sebab, pikiran tenang merupakan sumber kebahagiaan, yang didapat dalam diri kita. Inilah progress kebahagiaan dan pengikis penderitaan dalam ajaran Buddha,” ungkap  mahasiswa Teknik Perkapalan ITS itu.

        Jonathan menambahkan, acara ini nanti bertepatan dengan bulan besar Buddha, yaitu perayaan Kathina. 

        “Dimana para bhikku telah menyelesaikan masa Vassa (perenungan diri) dan para umat akan berdonasi jubah, obat-obatan, serta kebutuhan sehari-hari, untuk keberlangsungan hidup dari pada bhikku sebagai tanda rasa hormat dan bakti. Sekaligus meminta kembali tuntunan ajaran kebenaran kepada pemuka agama Buddha,” pungkasnya. 

        Mindful Festival merupakan aktivitas bersama dari Pemuda dan Mahasiswa Buddha di Surabaya. Mereka terdiri dari Tim Pembina Kerohanian Buddha Institut Teknologi Sepuluh November, Unit Kegiatan Kerohanian Buddha Universitas Surabaya, Unit Kegiatan Kerohanian Buddha Universitas Ciputra, Unit Kegiatan Kerohanian Buddha Universitas Airlangga, Mitra Uttama, Unit Kegiatan Kerohanian Buddha Universitas Widya Kartika, dan didukung oleh Young Buddhist Association (YBA) Indonesia. anto tze

Sukris Priatmo

Komentar

Baca juga