Mahal, Lockdown Satu Wilayah Biayanya Rp550 Miliar per Hari

Presiden Jokowi .

JAKARTA  – Meski banyak pihak mendesak agar segera dilakukan  lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang mengganas beberapa hari belakangan ini, namun pemerintah tak mau mimilih opsi tersebut.

Maklum biaya yang dibutuhkan jika lockdown sangat mahal. Terlebih lagi, beban utang pemerintah sudah sangat tinggi. Hal ini yang membuat pemerintah tidak mengambil kebijakan lockdown, tapi memperketat PPKM Mikro.

Perketat PPKM Mikro justru disambut investor. Setelah IHSG menguat, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 22 poin ke level Rp14.405 per USD pada perdagangan Selasa (22/6) sore.

Menguatnya Rupiah didorong oleh respons positif pasar setelah Presiden Joko Widodo bersikukuh untuk tidak melakukan lockdown.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, di tengah perkembangan kasus Covid-19 semakin ‘menggila’, kepala negara lebih memilih untuk memperkuat kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

Menurutnya, dalam kondisi saat ini, apabila jika satu wilayah memutuskan untuk lockdown maka pemerintah harus menghitung ulang estimasi biaya yang dibutuhkan.

“DKI Jakarta misalnya, biaya untuk mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat Ibu Kota jika di lockdown bisa mencapai Rp550 miliar per hari. Jika 1 bulan maka Pemerintah harus menyiapkan anggaran sebesar Rp16,5 triliun,” ujar Ibrahim dalam rilis hariannya, Selasa (22/6).

Dia juga menambahkan utang pemerintah saat ini sudah cukup besar yaitu di atas Rp6.000 triliun.

“Ini yang menjadi persoalan utama mengapa pemerintah tidak melakukan lockdown,” ujarnya

Ibrahim menilai, dengan pengetatan PPKM mikro ini pemerintah tidak akan membuat ekonomi begitu terpuruk. Sebab, PPKM mikro hanya mewajibkan para pekerja bekerja dari rumah sebanyak 75% untuk zona merah, dan 50% untuk di luar zona merah.

“Para pelajar juga wajib melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring untuk zona merah,”jelasnya.

Kemudian untuk kegiatan sektor esensial seperti pelayanan dasar publik dan tempat kebutuhan pokok bisa berjalan dengan kapasitas 100%.

Sementara untuk restoran, kafe, pedagang kaki lima, lapak di pasar dan pusat perbelanjaan memiliki kapasitas pengunjung 25% dengan jam operasional hanya sampai pukul 20:00 WIB.

Dia juga menyatakan, kegiatan di mal, pasar, dan pusat perdagangan maksimal sampai pukul 20.00 dan pembatasan pengunjung 25% dari kapasitas.

“Untuk taman umum dan area publik lainnya di zona merah ditutup sementara,”terangnya.

Dalam rilisnya, dia menyampaikan pada perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.380 per USD- Rp14.430 per USD.O-mar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menegaskan bahwa lockdown tak menjadi pilihan karena akan mengganggu perekonomian. Hal itu disampaikan Jokowi usai meninjau pembangunan rumah sakit darurat Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (1/4) lalu.

“Lockdown itu apa sih? Orang enggak boleh keluar rumah, transportasi harus semua berhenti, baik itu bus, kendaraan pribadi, sepeda mobil, kereta api, pesawat berhenti semuanya. Kegiatan-kegiatan kantor semua dihentikan. Kan kita tidak mengambil jalan yang itu,” kata Jokowi.

“Kita ingin tetap aktivitas ekonomi ada, tapi masyarakat kita semua harus jaga jarak aman, social distancing, physical distancing itu yang paling penting,” ujarnya.

Oleh karena itu, Jokowi lebih memilih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dengan skema PSBB ini, aktivitas perekonomian tetap berjalan, tetapi tetap ada sejumlah pembatasan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Misalnya penerapan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah di daerah yang rawan. Masyarakat yang terpaksa keluar rumah juga diingatkan untuk disiplin menjaga jarak satu sama lain. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan. “Jadi kalau kita semua disiplin melakukan itu, jaga jarak aman, cuci tangan tiap habis kegiatan, jangan pegang hidung mulut atau mata, kurangi itu, kunci tangan kita, sehingga penularannya betul-betul bisa dicegah,” ucap Jokowi.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp