International Media

Sabtu, 1 Oktober 2022

Sabtu, 1 Oktober 2022

Madrid Lewati Hadangan Chelsea

Tandukan Karim Benzema ke gawang Chelsea mengantarkan Real Madrid ke semifinal Liga Champions.

MADRID – Real Madrid harus berjuang sampai extra time untuk menyingkirkan Chelsea pada leg kedua perempatfinal Liga Champions yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Rabu (13/4) dinihari WIB.

            Dalam laga itu, Chelsea unggul terlebih dahulu lewat gol  Mason Mount (15’), Antonio Ruediger (51’) dan Timo Werner (75’). Madrid lantas menghidupkan asa dengan gol Rodyrgo (801) yang membuat agregat sama kuat 4-4.

Pertandingan pun berlanjut ke babak perpanjangan waktu 2×15 menit. Karim Benzema kemudian mencetak gol pada menit ke-96 untuk membuat Madrid mengubah skor menjadi 2-3. Hasil itu sudah cukup untuk mengantar Madrid ke semifinal dengan keunggulan agregat 5-4.

Pelatih Madrid Carlo Ancelotti menyebut kondisi Madrid lebih baik di perpanjangan waktu. Sementara Chelsea sudah habis-habisan di waktu normal. “Tenaga yang dikerahkan Chelsea sangat besar dan ini memberi kami keuntungan di perpanjangan waktu. Kami lebih segar daripada Chelsea di extra time,” kata Ancelotti seperti dilansir UEFA.com.

Ancelotti melakukan pergantian pemain pada menit ke-73 dengan menarik keluar Toni Kroos dan memasukkan Eduardo Camavinga. Dia kemudian memasukkan Rodrygo dan Marcelo pada menit ke-78 dan Lucas Vazquez pada menit ke-88.

“Dia (Camavinga) bisa main dari awal, tapi jelas ketika dia masuk, dia memberi energi ke tim. Ketika intensitas menurun, kalau Anda punya Camavinga, Rodrygo, dan Valverde yang segar, Anda bisa mengubah permainan dengan energi yang mereka bawa. Rodrygo membuat perbedaan. Dia sudah melakukannya berkali-kali, melawan Paris dan hari ini. Dia pemain muda, pemain penting, yang butuh waktu untuk lebih baik tapi saya sangat puas dengannya,” ucap Ancelotti.

Keberhasilan Madrid ini juga mempercantik rekor Ancelotti di kompetisi ini. Ini adalah semifinal kedelapan Ancelotti di ajang Liga Champions, menyamai rekor Pep Guardiola dan Jose Mourinho. Dia juga jadi pelatih pertama yang mencapainya di empat dekade berbeda

Ancelotti mencapai semifinal pertamanya bersama Juventus pada 1999, lalu empat kali bersama AC Milan di 2003, 2005, 2006, dan 2007. Lalu, di Madrid sebelumnya pada 2014 dan 2015, serta 2022.

Dari delapan kali lolos ke semifinal itu, setengah di antaranya dituntaskan dengan final yang berujung tiga gelar juara Liga Champions. Ancelotti tentu harus berjuang mengulang cerita manis juara 2013/2014.

Karim Benzema  menjadi momok bagi Chelsea. Dalam dua laga perempatfinal ini, Benzema begitu krusial dalam kelolosan Madrid. Ia hanya berujar bahwa timnya siap tampil di semifinal.   “Sebuah kelolosan baru di kandang, terima kasih Madrid. Sampai ketemu di semifinal,” tulis Benzema kepada 48 juta pengikutnya di Instagram.

Manajer Chelsea Thomas Tuchel menyayangkan kesalahan-kesalahan yang dibuat skuad asuhannya. Kombinasi kecerobohan di dua laga menjadi penyebab utama The Blues tersingkir.

Performa gemilang Chelsea di leg kedua seolah tak cukup untuk menebus ‘dosa-dosa’ yang mereka lakukan, khususnya di leg pertama. Saat itu, tiga gol dengan mudahnya bersarang di gawang Edouard Mendy.

Di leg kedua, Chelsea mengulang kesalahan serupa. Usai memimpin 3-0 hingga menit ke-79, yang artinya mereka unggul agregat 4-3 dan sedikit lagi lolos ke semifinal, pertahanan mereka justru mengendur.

Dua gol  Madrid terjadi dengan memanfaatkan lubang di pertahanan Chelsea. Khusus gol Benzema, ada faktor keberuntungan karena Antonio Ruediger terpeleset saat ingin menghalau Benzema.

“Kami memiliki defisit gol yang besar untuk dikejar karena kami membuat banyak kesalahan di leg pertama, dan  kali ini dua gol mereka pun hadir dari kesalahan yang kami buat. Mereka (Madrid) mengambil keuntungan dari kesalahan-kesalahan itu dengan kualitas yang mereka punya, dan itu sudah cukup karena dalam dua leg kami terlalu banyak membuat kesalahan besar,” ujar Tuchel dikutip BBC.

Tuchel juga kurang puas dengan kinerja wasit. Pasalnya, ada gol Chelsea yang dianulir wasit Szymon Marciniak. Tepatnya pada menit ke-63, Chelsea saat itu sempat unggul 3-0 lewat gol Marcos Alonso yang mengecoh dua bek Madrid di kotak penalti.

Tapi, wasit meninjau VAR dan membatalkannya karena Alonso melakukan handball sebelum menjebol gawang Thibaut Courtois.

“Saya tidak melihat gol yang dianulir dan saya sangat kecewa karena wasit tidak mengeceknya langsung. Saya merasa dirugikan dengan keputusan yang ada, tapi seperti itulah ketika Anda menghadapi Real Madrid di Liga Champions,” ujar Tuchel.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga