Madrid Kesulitan Bongkar Pertahanan Chelsea

Karim Benzema (kiri) dikawal ketat oleh pemain Chelsea. (Foto: ist)

MADRID – Real Madrid gagal mengalahkan Chelsea  pada leg pertama semifinal Liga Champions yang berlangsung di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (28/4) dinihari WIB. Kedua tim bermain imbang 1-1.

Madrid malah tertinggal lebih dulu sejak menit ke-14. Gol Christian Pulisic membawa Chelsea unggul 1-0. Madrid membalas di menit ke-29 lewat gol Karim  Benzema.

Dalam laga itu, Madrid dibuat mati kutu. Anak asuh Zinedine Zidane kesulitan membongkar pertahanan The Blues.  Opta mencatat, sepanjang 90 menit pertandingan, Madrid melepaskan 9 tembakan, namun hanya satu yang tepat ke gawang  Edouard Mendy.

Laga leg I semifinal Liga Champions antara Real Madrid kontra Chelsea. (Foto: ist)

Sementara Chelsea membuat 11 tembakan sepanjang laga, dan 5 di antaranya membahayakan gawang Thibaut Courtois. Namun, finishing buruk membuat Chelsea cuma bisa melesakkan satu gol.

Hanya satu tembakan ke gawang, membuat Madrid mencatat statistik kurang mengesankan. Mereka menjadi tim kedua dengan jumlah tembakan tepat sasaran paling sediakit sejak 2002/2003. Paris Saint-Germain menjadi yang paling buruk, dengan gagal membuat tembakan on target sama sekai pada musim 2019/2020.

Hasil ini tak membuat Zidane kecewa. Ia menilai Madrid tidak bermain oke di babak pertama. Los Blancos bisa jauh lebih baik di babak kedua, namun tidak dapat mencetak gol tambahan.

“Kami jauh lebih baik di 45 menit kedua. Kami jauh lebih terorganisir. Mereka memulai dengan kuat dan cepat, tapi saya pikir ini hasil yang adil,” kata Zidane seperti dikutip dari situs resmi UEFA.

Madrid pada laga ini  hanya unggul tipis penguasaan bola dengan 51 persen berbanding 49 persen.  “Kami ingin menekan satu lawan satu, tetapi ketika Anda tidak melakukannya dengan baik, segalanya menjadi sulit. Begitu kami mencetak gol, kami bermain lebih baik dan lebih terkontrol. Kami masih hidup. Kami bakal pergi ke leg kedua dengan gagasan untuk menang. Secara umum, kami senang dengan  laga ini,” kata Zidane.

Khusus bagi Benzema, ini  golnya yang ke-28 musim ini di seluruh ajang, atau yang keenam di Liga Champions musim ini. Penyerang berpaspor Prancis itu lagi-lagi berhasil menunjukkan betapa vitalnya ia bagi Madrid.

Di Liga Champions musim ini, Madrid tak pernah tersungkur jika Benzema mencetak gol. Adapun di Liga Spanyol, Los Blancos cuma takluk sekali jika ia mencatatkan namanya di papan skor, yakni saat diremukkan Valencia 1-4.

 Produktivitas Benzema pun meningkat jelang akhir musim ini. Ia mencetak 13 gol dalam 14 laga terakhir yang dimainkannya. Di momen krusial jelang akhir musim, mentalitas di depan gawang kian berbicara.

Di pihak Chelsea, sebetulnya mereka bisa unggul di menit kesembilan. Timo Werner membuang peluang emas saat bola tembakannya dari jarak sangat dekat digagalkan kaki Courtois.

“Melihat cara kami bermain, seharusnya pantas menang. Kami memiliki banyak peluang dan kami juga kerap tidak tepat sasaran dari jarak beberapa meter. Kemudian sayangnya Madrid mencetak gol melalui skema bola mati. Saya tidak tahu bagaimana menanggapi hasil ini. Kami bisa saja mematikan pertandingan secepat mungkin karena kami melakukannya dengan sangat baik. Di babak kedua tidak terlalu bagus, tapi kami bertahan dengan sangat baik,” kata manajer Thomas Tuchel seperti dikutip dari Sport Mediaset.

Semifinal leg 2 akan berlangsung di Stamford Bridge pada 5 Mei 2021. Chelsea hanya butuh imbang tanpa gol untuk melaju ke babak akhir. Liga Champions menjadi salah satu kesempatan besar Chelsea untuk meraih trofi. Selain ajang ini, Chelsea juga sudah mencapai final Piala FA. Tim London barat akan berhadapan dengan Leicester City untuk memperebutkan trofi dalam pertandingan di Wembley pada 15 Mei 2021.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp