Madrid dan Liverpool Kembali Bentrok

Laga Real Madrid kontra Liverpool di musim 2018 lalu

MADRID  – Real Madrid akan menghadapi lawan berat di perempatfinal Liga Champions 2020/21. Tim asuhan Zinedine Zidane itu bakal menantang Liverpool. Laga leg pertama digelar di Estadio Alfredo Di Stefano, kandang Los Blancos, Rabu (7/4), mulai pukul 02.00 WIB.

Laga melawan Liverpool pasti tidak mudah buat Madrid. Sebagai tuan rumah, Los Blancos harus bekerja ekstra keras apabila ingin mengamankan hasil yang positif.

Namun, Madrid punya modal yang bagus sebelum menjamu Liverpool. Pasukan Zinedine Zidane berhasil meraih kemenangan dalam laga terakhirnya. Los Blancos menang 2-0 saat menjamu Eibar pada ajang La Liga. Kemenangan itu diraih berkat gol Karim Benzema dan Marco Asensio.

Hasil itu membuat Los Merengues mengumpulkan 63 poin dan memangkas jarak dengan pimpinan klasemen La Liga Atletico Madrid. Mereka kini hanya berjarak 3 angka dari sang rival sekota.

Sementara itu, Liverpool juga meraih hasil yang bagus pada pertandingan terakhirnya. Mereka mampu membungkam tuan rumah Arsenal dengan skor 3-0 dalam lanjutan Premier League.

Diogo Jota menjadi pahlawan Liverpool saat menghadapi Arsenal. Dia mencetak dua gol sementara satu gol lagi dicetak oleh Mohamed Salah.

Menghadapi Madrid, Liverpool bertekad untuk bisa membalas kekalahan di final Liga Champions 2018 lalu. Waktu itu The Reds kalah telah 1-3 di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukrania.

Marco Asensio lagi on fire. Ketajamannya mencetak gol mulai terlihat, bisa jadi senjata baru buat Real Madrid.

Asensio sejatinya sedang berjuang keras. Musim lalu, Marco Asensio berjuang keras untuk pulih dari cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL). Bahkan, pemain asli Spanyol itu harus absen sampai 11 bulan lamanya.

Musim ini, Asensio kembali. Eden Hazard yang kerap cedera, jadi ‘berkah’ buat Asensio untuk masuk ke dalam skuad utama Real Madrid. Namun apa daya, Asensio butuh waktu. Pemain berusia 25 tahun itu belum menemukan ritme permainan terbaiknya yang masih seret gol dan assist.

Dilansir dari MarcaMarco Asensio kini sudah kembali menemukan ketajamannya. Tiga gol dicetaknya dalam tiga laga terakhir, satu di Liga Champions dan dua di Liga Spanyol.

“Saya senang kepadanya, sebab penting bagi seorang pemain untuk mencetak gol. Dia membantu tim karena dia adalah pemain yang hebat. Saya tidak pernah meragukan Marco Asensio,” kata pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane.

Zidane berharap Asensio tampil garang bersama Benzema saat menghadapi Liverpool nanti. “Saya berharap keduanya tampil dengan performa terbaik saat melawan Liverpool. Karena siapa pun tahu, Liverpool adalah tim kuat, mereka memiliki skuad yang sangat bagus di setiap lini. Maka, kami tidak boleh lengah,: kata Zidane.

Asensio sendiri sudah lebih percaya diri.  Ia terus bekerja keras untuk mencetak gol dan membawa Real Madrid terus menang. “Inilah hasil kerja keras saya. Ketika kesempatan datang, maka saya harus memanfaatkan sebaik-baiknya, Kini kami siap melawan Liverpool. Laga nanti bakal berat, tetapi kami siap bekerja lebih keras untuk meraih kemenangan,”  tegas Asensio di situs klub.

Hanya saja, jelang pertandingan ini, Madrid dihantui dengan situasi buruk yang menimpa mereka dalam dua musim terakhir keikutsertaan di Liga Champions. Hal itu terkait dengan “tradisi” absennya Sergio Ramos: jika dia tidak bermain, Madrid akan tersingkir.

 Dalam 2 musim terakhir hal itu memang sebuah fakta. Pertama di musim 2018-2019 ketika Ramos absen, Los Blancos didepak oleh Ajax Amsterdam di babak 16 besar dengan agregat skor 5-3. Musim lalu giliran Manchester City yang meneruskan “tradisi” itu.

Tanpa Ramos, Madrid tak berdaya hingga kalah 4-2 secara agregat di babak yang sama seperti musim sebelumnya. 2 musim beruntun gugur di babak 16 besar tentu adalah noda bagi tim yang dalam 3 musim sebelumnya selalu menjadi juara.

Maka, bisa dikatakan ini menjadi peluang bagus bagi Liverpool untuk menjadi tim ketiga yang menyingkirkan Madrid tanpa Ramos. Apalagi tim asuhan Juergen Klopp pastinya ingin balas dendam atas kekalahan di Final UCL 2018 lalu dengan skor 3-1.

“Baru 2 musim lalu kami berhadapan dengan mereka di sebuah malam yang sangat sulit bagi kami. Jadi bisa mendapatkan kesempatan untuk menghadapi mereka lagi adalah hal yang bagus,” kata Klopp dilansir laman UEFA.  ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp