International Media

Sabtu, 25 Juni 2022

Sabtu, 25 Juni 2022

LRS Bakal Ekspor Teknologi Persinyalan Kereta Api ke Filipina

JAKARTA – PT Len Railway Systems (LRS) bakal mengekspor produk SiLSafe 4000 untuk persinyalan kereta api (KA) di Filipina. Hal tersebut dilakukan setelah LRS memenangkan tender yang diselenggarakan oleh Philippine National Railways (PNR) pada April lalu.

PT LRS merupakan salah satu anak perusahaan PT Len Industri (Persero), Holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID. Sebagai bentuk realisasi awal, kedua belah pihak melakukan penandatanganan kontrak yang dilakukan oleh Direktur Utama LRS Agung Darmawan dan General Manager Philippine National Railways (PNR) Junn B. Magno di Filipina, Kamis (19/5).

“LRS akan menggarap proyek sistem persinyalan KA di Jalur Tutuban-Alabang yang melalui 12 stasiun dan 10 pocket track. Kita akan mengirim produk persinyalan berupa SiLSafe 4000 dan Level Crossing (pengaman pintu perlintasan KA) buatan Len ke Filipina,” kata Agung Darmawan dalam keterangan tertulisnya.

Agung  mengungkapkan panjang proyek yang akan dikerjakan kurang lebih 28 km dengan nilai kontrak 585 juta Peso atau Rp170 miliar. Serta proyek tersebut akan dikerjakan dalam waktu 16 bulan setelah penandatanganan kontrak kerja tersebut.

Selain itu, ia menuturkan keberhasilan LRS bisa masuk ke pasar Filipina karena sejumlah faktor seperti teknis produk, harga, dan kelengkapan dokumentasi. “LRS tidak hanya menjual produk buatan PT Len Industri saja. Kita juga mengerjakan design and engineering, instalasi, hingga testing and commissioning, dan training atau pelatihan kepada PNR,” kata Agung.

Direktur Strategi Bisnis & Portofolio PT Len Industri Linus Andor menjelaskan SiLSafe 4000 dan Dual-use Technology yang dikirim ke Filipina memiliki sejumlah keunggulan. Khusus untuk SiLSafe 4000 produk ini memiliki standar keamanan internasional tertinggi Safety Integrity Level (SIL) 4 di sisi hardware, komunikasi, hingga perangkat pengembangannya. Untuk dual-use technology pihaknya telah melakukan pengembangan produk dan teknologi supaya bisa bertahan dalam menghadapi fluktuasi.

“Len sebagai induk holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID, menerapkan konsep dual-use technology (pertahanan dan non-pertahanan) dalam melakukan pengembangan produk dan teknologi agar efisien biaya pengembangannya. Dengan begitu, perusahaan akan lebih sustain dalam menghadapi fluktuasi yang mungkin terjadi di antara kedua sektor tersebut,” kata Linus.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga