Lolos Uji Coba, 85 Sekolah di Jakarta Diizinkan Melakukan Belajar Tatap Muka

Situasi ATHB-SP di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Kota Bekasi. Foto : Humas Pemkot Bekasi.

JAKARTA – Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah mengatakan, dari 100 sekolah di Jakarta yang ikut seleksi uji coba Pembelajaran Tatap Muka, sebanyak 85 sekolah dinyatakan lolos dan diperbolehkan menggelar sekolah tatap muka.

“Untuk 100 sekolah yang dinominasikan setelah mengikuti pelatihan selama 2 minggu, ada 14 sekolah yang gagal, satu sekolah mundur. Sehingga total ada 15 sekolah, jadi dari 100 ada 85 yang diteruskan untuk pembelajaran tatap muka,” kata Taga kepada wartawan, Selasa (6/4).

Ia menjelaskan soal berbagai faktor penyebab kegagalan pihak sekolah dalam mengikuti seleksi.

“Gagalnya itu banyak faktornya ya, satu tidak utuhnya peserta latihan mengikuti kegiatan tersebut, misalnya minimal 3 orang, 1 kepsek 2 guru dan tiga tiganya harus lulus. Kalau dua yang lulus atau satu lulus itu gagal,” tuturnya.

Yang kedua, lanjut Taga, selain mengikuti selama dua minggu juga mengerjakan modul modul yang disediakan full daring.

“Modul-modul itu dikerjakan secara utuh tepat waktu kalau tidak dilakukan maka tidak lulus sekolah piloting,” tegasnya.

Adapun sekolah yang mengundurkan diri karena menurutnya tak ada persiapan matang dalam mengikuti seleksi atau ada hal lainnya.

“Karena tidak ada persiapan, Distik tidak memaksakan karena lebih mengedepankan masalah kesehatan, keselamatan anak didik lebih utama,” jelas Taga.

Pihaknya juga enggan menggantikan 15 sekolah yang gagal. Taga menuturkan, dengan jumlah yang ada diharapkan Pembelajaran Tatap Muka lebih maksimal. “Tidak, sementara kita fokus yang 85 agar 85 sekolah yang lolos dipantau secara optimal oleh Disdik, pengawas sehingga apa apa yang diinginkan pemerintah tercapai dengan baik,” ujarnya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp