Liverpool Tetap Optimis di Tengah Situasi Sulit

Juergen Klopp dan Mohamed Salah. (Foto ist)

LIVERPOOL   –  Salah satu partai perempatfinal Liga Champions musim ini mempertemukan  Liverpool kontra  Real Madrid. Itu menjadi pertama kalinya Juergen Klopp menantang Los Blancos yang tanpa Cristiano Ronaldo.

Terakhir kali kedua tim saling berhadapan di final Liga Champions 2018. The Reds pada saat itu kalah 1-3 lewat gol Karim Benzema dan sepasang gol Gareth Bale. Liverpool sempat menyamakan skor lewat Sadio Mane.

“Bersama Liverpool, baru sekali menghadapi mereka, tidak apa-apa. Tapi,  bakal selalu sulit. Saya pikir ini pertama kalinya saya menghadapi mereka tanpa Ronaldo; mungkin pertama kali juga sejak Bale tidak ada,” kata Klopp seperti dikutip dari situs resmi Liverpool.

Namun, bagi Klopp Madrid masih dihuni banyak pemain yang mengalahkan Liverpool di final tersebut. Komposisi skuad bisa tidak jauh berubah sampai saat ini.  “Yang jelas (Sergio) Ramos masih di sana, (Raphael) Varane masih di sana, (Toni) Kroos masih di sana, (Luka) Modric masih di sana, Casemiro masih di sana, (Dani) Carvajal masih di sana, Benzema masih di sana,” sambungnya.

Meski tak ada Ronaldo, Liverpool harus waspada dengan Madrid karena ada Vinicius Junior,  striker 20 tahun  yang sangat cepat dan lincah. “Ada beberapa prospek muda, pemain yang juga layak. Sekali lagi, saya sangat menantikannya. Saya optimis, kami bisa lolos ke babak selanjutnya,” tegas Klopp.

Namun harus diakui,  performa Liverpoolterjun bebas di awal tahun 2021. Kendati demikian, The Reds tetap yakin bisa bangkit kembali dan menampilkan permainan terbaiknya.

Liverpool menutup tahun 2020 sebagai pemuncak klasemen sementara Premier League, bahkan menduduki posisi pertama di Hari Natal. Namun, segalanya mulai berubah buat Liverpool ketika kalender berganti ke tahun 2021. Alih-alih mempertahankan statusnya, juara bertahan Liga Inggris itu justru ambruk.

Dalam 14 pertandingan selanjutnya di Liga Inggris, Liverpoolhanya mampu meraih tiga kemenangan, tiga imbang dan delapan kali kekalahan. Lebih menyedihkannya lagi, The Reds belum pernah menang di Anfield sejak awal tahun 2021 dan sudah enam kali kalah di sana.

Hasil-hasil buruk tersebut membuat Sadio Mane dan kawan-kawan melorot ke urutan ketujuh klasemen Liga Inggris. Mimpi Liverpool untuk dapat mempertahankan gelar juara Premier League pun terasa semakin berat.

Terlebih, Liverpool kini tertinggal 25 poin dari pemuncak klasemen sementara, Manchester City. The Citizens kukuh di posisi pertama dengan 71 poin.

Di tengah kondisi sulit seperti sekarang ini, optimisme tetap hadir di tengah skuad Liverpool. Salah satunya datang dari Mohamed Salah, Si Raja Mesir. Ia  meyakini timnya bakal segera bangkit lagi, usai raihan positif kemenangan beruntun melawan RB Leipzig di Liga Champions dan Wolverhampton Wanderers di Premier League.

“Saya senang dengan hasil terakhir kami. Mudah-mudahan kami bisa terus menang. Ini sulit bagi kami semua karena situasi yang telah kami lalui dan juga posisi kami di Premier League. Namun, saya yakin ini akan menjadi lebih baik lagi. Di Liga Champions kami masih oke. Kami akan segera melawan Madrid, tim terkuat di Liga Champions,” kata Salah dilansir dari Daily Mail.

Sementara Rafael Benitez mendukung Liverpool menjuarai Liga Champions lagi di Istanbul. Pasalnya, The Reds  hanya sekali kalah dalam delapan pertandingan, termasuk dua kali mengalahkan RB Leipzig untuk menjejak babak delapan besar. “Tentu saja Liverpool (juara di final). Mereka punya potensi dan manajer (yang bagus),” ucap Benitez  dikutip dari  Daily Mail. 

Final Liga Champions 2020/21 akan digelar di Ataturk Olympic, Istanbul, stadion bersejarah bagi Liverpool. Di sanalah Liverpool pernah menjuarai Liga Champions 2004/05 dengan mengalahkan AC Milan via adu penalti 3-2 setelah comeback dari ketinggalan tiga gol. Dan Benitez yang menjadi manajernya.

Manajer Spanyol itu turut meyakini Liverpool-nya Klopp mampu kembali menjadi kampiun pada Mei mendatang.  “Saya pikir Liverpool bisa. AC Milan saat itu adalah tim yang hebat (di fina)] tapi tim kami sangat percaya diri karena di kompetisi-kompetisi dengan fase-fase gugur seperti itu, kami bisa berhasil,” kata Benitez.

Tapi untuk bisa ke final, Liverpool harus melewati rintangan berat di babak perempatfinal dan semifinal. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp