International Media

Selasa, 4 Oktober 2022

Selasa, 4 Oktober 2022

Liverpool Tenggelamkan Manchester City

Sukacita pemain Liverpool saat mengalahkan Manchester City

LONDON – Liverpool menyegel tiket ke final Piala FA usai menyingkirkan Manchester City di babak semifinal. Pasukan Juergen Klopp menang tipis 3-2 dalam laga yang berlangsung
di Stadion Wembley, Sabtu (16/4) malam WIB.
The Reds tampil dominan di babak pertama dan unggul 3-0 berkat gol Ibrahima Konate dan brace Sadio Mane. Man City membalas di babak kedua lewat gol Jack Grealish dan Bernardo Silva.
Juergen Klopp mengaku bangga dengan kesuksesan timnya. “Sangat bangga, luar biasa. Saya rasa babak pertama tadi adalah salah satu yang terbaik dari kami. Kami melakukan semua dengan tepat, kami mencetak gol di momen-momen yang tepat, kami memainkan sepakbola yang luar biasa di babak pertama, saya sangat menyukai setiap detiknya,” ujar Klopp kepada BBC.
Namun ia mengaku, di babak kedua Liverpool harus bekerja keras menahan gempuran Manchester City.
“Babak kedua dimulai dengan gol untuk Man City lalu pertandingan terbuka. Kualitas dari City itu gila dan bisa terlihat bagaimana laganya terbuka. Kami sangat menghormati kualitas City dan sangat sulit mengalahkan mereka. Tapi karena kami punya anak-anak ini di ruang ganti, kami punya kesempatan,” ujarnya.
Kemenangan atas Man City ini menjadi semacam dorongan buat Liverpool usai imbang dengan lawan yang sama pekan lalu. Keduanya masih bersaing di dua kompetisi yakni Premier League dan Liga Champions.
“Ini bukan pernyataan, kami cuma menjejak final. Saya rasa City tahu sejak awal bahwa laga melawan kami bisa menyulitkan, begitulah yang terjadi antara kami di sebagian besar waktu. Ada satu pertandingan ketika skor aneh terjadi, 5-0, ketika kami mengalami kartu merah cepat. Tapi ketika kedua tim sangat berkonsentrasi, pertandingannya selalu ketat,” kata pria Jerman tersebut.
Si Merah
saat ini sudah berhasil memenangkan trofi Piala Liga Inggris, melangkah ke semifinal Liga Champions, masuk ke final Piala FA, dan hanya tertinggal satu poin dari Manchester City di Liga Inggris 2021-2022.
Meski begitu, Klopp mengatakan ogah memikirkan kesempatan menyabet empat trofi. Menurutnya, saat ini fokus timnya hanya bagaimana cara memenangkan pertandingan selanjutnya.
“Pembicaraan empat juara (quadruple) saya tidak percaya. Kemenangan ini berarti kami memiliki pertandingan lain dan kemudian kami harus bermain melawan Aston Villa di pertengahan pekan, mereka harus pindah satu pertandingan lagi,” kata Klopp.
Lebih lanjut, Klopp menegaskan lolosnya Liverpool ke partai puncak Piala FA 2021-2022 justru membuat kesempatan quadruple semakin sulit. Satu-satunya yang dipikirkan oleh juru taktik asal Jerman saat ini adalah kesuksesan mencapai final.
“Saya tidak berpikir kami memiliki minggu bebas penuh sebelum hari pertandingan terakhir, semuanya sulit tetapi siapa yang peduli? Kami datang ke sini dan kami ingin lolos ke final. Kami tahu tentang masalah tetapi lolos ke final ini membuat empat kali lipat (Quadruple) bahkan lebih sulit,” ujarnya.
Liverpool kembali memasuki final Piala FA setelah absen selama 10 tahun.
Sadio Mane mengatakan, timnya bakal memberikan yang terbaik di laga selanjutnya.
“Kami punya banyak laga untuk dimainkan dan akan mencoba melakukan yang terbaik. Quadruple adalah mimpi kami pastinya dan kami akan memperjuangkannya,” ungkap Mane kepada BBC.
Terkait duel melawan Manchester City, Mane mengatakan, jalannya laga berjalan ketat, khususnya di babak kedua. Mane menyebut itu memang mungkin terjadi menghadapi tim sebagus Man City.
“Hari ini spesial. Kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia. Bisa memenangi laga semacam ini, terutama di babak semifinal, berarti kemenangan yang sangat besar. Kami sangat puas bisa menang dan lolos ke final. Kami memulai dengan baik, mengambil inisiatif,” kata pemain asal Senegal ini.
Salah satu gol Liverpool akibat blunder Zack Steffen. Blunder itu menjadi pukulan telak buat Citizens.
Gol kedua Liverpool yang dibuat Mane niscaya menjadi momen paling memukul telak Man City. Steffen terlalu lama menahan bola di depan garis gawang dan diserobot oleh Mane dengan tekel.
Namun Pep Guardiola menyebutnya sebagai risiko sebagai tim yang gemar memainkan bola dari belakang.
“Itu kecelakaan. Salah satu poin kuat permainan kami adalah memainkan bola dari belakang dan sebagai seorang kiper, dia punya kualitas itu. Dia akan belajar. Ketika bola ada di sana, itu selalu bisa terjadi. Saya sudah bicara dengan tim, bukan dengannya secara pribadi, tapi dia kuat,” ujar Guardiola kepada BBC.
Guardiola justru melontarkan pujian untuk timnya yang memberikan perlawanan sengit di babak kedua, bahkan punya kesempatan menyamakan skor. Ini menurutnya menunjukkan mentalitas kuat Manchester City.
“Kami mengerahkan segalanya setelah babak pertama yang berat. Untuk gol pertama, bola mati mereka itu sangat-sangat kuat. Gol kedua kecelakaan. Sulit untuk bangkit, tapi para pemain melakukannya dengan sempurna di babak kedua. Momentumnya ada di babak kedua. Kami punya kesempatan untuk menyamakan skor. Anak-anak menunjukkan rasa bangga yang besar di babak kedua,” ujar Guardiola.***

Vitus DP

Komentar