International Media

Rabu, 5 Oktober 2022

Rabu, 5 Oktober 2022

Liverpool Layak ke Final Liga Champions

. Luapan kegembiraan pemain Liverpool saat mengalahkan Villarreal.

VILLARREAL – Liverpool memetik kemenangan 3-2 atas tuan rumah Villarreal di leg II Liga Champions. Tim asuhan Juergen Klopp menang agregat 5-2 dan mantap melaju ke final Liga Champions.

Dalam laga di Estadio de la Ceramica, Rabu (4/5) dinihari WIB, Liverpool kebobolan dua gol pada babak pertama lewat  Boulaye Dia dan Francis Coquelin. Namun pada babak kedua, Liverpool membalas tiga gol melalui Fabinho, Luis Diaz dan Sadio Mane.

Liverpool memang tampil kurang bagus di babak pertama. Mereka cuma membuat dua attempts tanpa satupun mengarah ke gawang. Sudah begitu, Liverpool cuma menguasai 49 persen ball possesion dan persentase umpannya rendah sekali, cuma 66,3 persen. Villarreal berhasil membuat Liverpool mati kutu.

“Kami tahu apa yang salah di babak pertama, karena itu terlihat jelas. Kami bahkan tidak tahu mana yang benar dari penampilan kami. Saya bilang kepada Peter Krawietz untuk melihat mana yang bagus dari kami di babak pertama. Lalu kami masuk ke ruang ganti dan dia bilang ‘tidak ada’. Ini hasil yang luar biasa karena kami merepotkan diri sendiri,” ujar Klopp seperti dikutip Sky Sports.

Dengan hasil ini, Klopp mencapai final Liga Champions keempat sepanjang kariernya. Setelah yang pertama  bersama Borussia Dortmund di 2013, tiga sisanya didapat Klopp bersama Liverpool yakni di 2018, 2019 dan 2022.

Klopp  mengikuti jejak Marcelo Lippi, Miguel Munoz, Carlo Ancelotti. Hebatnya Klopp melakukan itu hanya dalam waktu 10 tahun.

Selain itu, Klopp membukukan rekor baru sebagai manajer pertama yang lolos ke final Piala Liga Inggris, Piala FA dan Liga Champions di musim yang sama. Satu trofi sudah didapat yakni Carabao Cup Februari lalu dengan mengalahkan Chelsea.

Dengan dua final tersisa plus Premier League, bisakah Klopp mewujudkan mimpi terliar fans Liverpool soal Quadruple Winners? “Rasanya seperti final pertama saya dalam 20 tahun,” ujar Klopp.

Kembali ke laga melawan Villarreal, Klopp memang menyemangati pemainnya saat jeda, seperti diungkap bek Virgil van Dijk. “‘Ayo bermain sepakbola. Bermainlah dengan cara Liverpool, tak jauh berbeda dengan cara kita bermain sepanjang musim ini. ‘Kuasai bolanya, banyaklah bergerak di belakang garis tinggi mereka. Dengan kecepatan yang kita miliki, kalian harus bisa mengkombinasikannya. Tapi jangan lupa perlihatkan daya juang hasrat ke final’,” kata Van Dijk menirukan ucapan Klopp, seperti dilansir talkSport.

Van Dijk mengakui, kata-kata motivasi sang manajer membuat laga menjadi milik mereka di babak kedua. “Dari situlah awalnya. Kami mendominasi dan bermain sedemikian baik di babak kedua,” ucap pemain bertahan asal Belanda itu.

Striker Liverpool, Luis Diaz, tak bisa membendung perasaannya usai membawa tim lolos ke final.  Ia pun menangis karena hasil ini juga membawanya mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya.

“Laga yang luar biasa. Saya kehabisan kata-kata. Akan menjadi final pertama bagi saya. Perjuangan belum berakhir, masih ada laga yang sangat penting yaitu babak final. Maka kami harus terus meningkatkan kemampuan untuk laga puncak nanti,” kata Diaz di situs klub.

Pemain berusia 25 tahun itu memang menjadi salah satu penentu bagi kesuksesan Liverpool di babak semifinal. Bahkan, dirinya berhasil dinobatkan menjadi Man of the Match pada pertandingan leg II tersebut.

Dua mantan bintang Manchester United, Michael Owen dan Rio Ferdinand, menganggap Diaz memang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya. “Saya belum pernah melihat seorang pemain berlari di klub seperti Luis Diaz,” ungkap Owen, dilansir dari Sportbible.

“Sungguh pemain yang hebat. Dia adalah pemain yang saya rekrut musim ini. Dia memesona,” tambah Rio Ferdinand.

Sementara pelatih Villarreal, Unai Emery, kecewa dan kesal dengan hasil ini.  “Babak pertama kami menunjukkan kepada semua orang bahwa kami adalah tim yang bagus dan kami juga memiliki peluang. Namun ketika Anda kehilangan momen itu menyedihkan bagi semua orang. Kami tidak bisa bahagia karena cara kami melakukan pertandingan yang bagus, pertarungan yang bagus melawan Juventus, Bayern Munich dan kemudian beberapa keunggulan melawan Liverpool,” kata Emery dilansir dari Football Espana.

Meski begitu, dia tetap mengakui Liverpool pantas melaju ke partai final.  “Mereka (Liverpool) pantas bermain di final. Perbedaan dalam dua pertandingan ada pada mereka,” papar Emery.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga