International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Lions Club Indonesia Distrik 307 B1 Kampanyekan Simbol Kemandirian Difable Netra dengan Tongkat Putih

Gubernur Distrik 307 B1 Erijanto Djajasudarma (keenam dari kanan), Wali Kota Jaksel Munjirin (keempat dari kiri), Ketua Komite Vision Fanny Susilo (paling kanan) dan pengurus Lions Club lainnya berfoto bersama perwakilan difabel netra penerima tongkat putih dan paket sembako.

JAKARTA (IM)—Memasuki bulan ke-10 dalam setiap tahunnya, merupakan waktu untuk mengenal lebih luas tentang difabel netra.

Ada momen terbesar yang mengingatkan masyarakat luas terhadap keberadaan individu-individu yang memiliki hambatan pada penglihatnnya. Yaitu Hari Penglihatan Internasional yang diperingati setiap tanggal 15 Oktober.

Lions Club Internasional sebagai Organisasi non pemerintah terbesar berskala internasional yang berdiri sejak tahun 1917 di Oak Brook, Illinois, USA, pada tahun 1930, Lion George A. Bonham, Presiden Lions Club Peoria (Illinois) mengusulkan gagasan untuk memberikan tongkat putih kepada para disabilitas netra sebagai simbol identitas dan mobilitas para disabilitas netra juga membantu mengedukasi masyarakat non-difabel untuk mengidentifikasi yang sedang berjalan di jalanan umum dengan menggunakan tongkat putrih adalah para disabilitas netra.

Penyerahan tongkat putih dan paket sembako di Pertuni Kab Bekasi.

Pada tahun 1964 Presiden Amerika Serikat Lyndon B Johnson dan Kongres AS menyetujui dan menandatangani resolusi yang menyatakan bahwa tanggal 15 Oktober diperignati sebagai “Hari Keselamatan Tongkat Putih Nasional” setiap tahunnya.

Hingga akhirnya tahun 1969 Federasi Internasional Disabilitas Netra mengadopsi 15 Oktober sebagai “Hari Keselamatan Tongkat Putih Internasional”.

 Erijanto Djajasudarma selaku Gubernur Distrik 307 B1, mengatakan Lions Club sebagai penggagas hari tongkat putih Internasional mempunyai salah 1 pilar utama pelayanan yakni Vision (penglihatan), dengan pembagian tongkat putih merupakan implimentasi dari kepedudlian dan pelayanan kami kepada masyarakat khususnya para disabilitas netra.

“Selain vision (penglihatan), kami (lions Club) mempunyai fokus pelayanan di antaranya tentang Lingkungan Hidup, Pemberian Makanan bergizi, serta pelayanan kepada anak-anak penderita kanker,” tambah Erijanto Djajasudarma.

Setiap tahunnya Lions Club mengadakan White Cane Day menjangkau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka akan hak-hak disabilitas netra, Tongkat putih merupakan identitas dan menjadi pengganti penglihatan bagi difabel netra.

“Kami membagikan 1.000 tongkat putih dan paket sembako kepada Pertuni di Jakarta Selatan, Bekasi Kota, Bekasi Kabupaten, Depok dan Bogor” ujar Fanny Susilo, selaku Ketua Komite Vision.

Para pengurus dan anggota Lions Club berfoto bersama Wali Kota Jaksel Munjirin dan para difabel netra penerima tongkat putih dan paket sembako.

        Fanny menambahkan, rangkaian acara White Cane Day dilaksanakan dari 15 Oktober diawali di Pertuni Depok dan Bekasi, berlanjut Sabtu (22/10) di Jakarta Selatan dan Bekasi.

Lalu Minggu (23/10) di Bogor dan nantinya akan berakhir 5 November di Tangerang.

Pada pembagian tongkat putih dan paket sembako di Jakarta Selatan dilakukan di Gedung Pemkot Jakarta Selatan dan dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin.

Dalam kata sambutannya Wali Kota Munjirin mengucapkan terima kasih kepada Lions Club yang telah terus untuk tidak bosan-bosan dengan pihaknya berkolaborasi untuk mengurusi warga Jakarta Selatan yang memang masih membutuhkan bantuan dari kita pada kita semuanya.

Dia pun berharap pemberian tongkat putih ini bisa bermanfaat bagi para disabilitas netra.

Munjirin juga mengungkapkan ketika wabah pandemi melanda Lions Club Indonesia jika tidak tinggal diam turun tangan juga ini menunjukkan bahwa kiprah dari Lions Club terus eksis dan terus ikut mengurusi lingkungan sekitar kita yang masih membutuhkan.

Sementara Ketua Wilayah Alvin Azhar selaku PIC Pertuni Jakarta Selatan mengatakan, tidak dipungkiri, berhasilnya acara ini sangat besar karena dilaksanakan oleh 44 Club di Distrik 307 B1 dan 1 club di Distrik 307 B2.

Melalui acara ini diharapkan telah terjadi peningkatan pada kesadaran masyarakat akan hak-hak disabilitas netra (vulnerable people).

Untuk mendapatkan tongkat putih atau alat bantu bagi difabel Netra ini tidak semudah alat bantu kursi roda atau kruk yang banyak di pasarkan di toko alat kesehatan.

Artinya, tongkat untuk difabel Netra masih terbatas bila dicari dipasaran umum. Kondisi tersebut lions club hadir memenuhi kebutuhan para disabilitas netra.

Melalui peringatan Hari Tongkat Putih, diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat luas sebagai pengguna jalan umum maupun trotoar.

Sarana publik tersebut selain diakses untuk masyarakat nonNetra, juga merupakan aksesibilitas untuk para difabel yang menggunakan tongkat.

Lebih khusus lagi, jalan atau trotoar tersebut diberi tanda dengan Guiding Block, serta akses tombol saat difabel Netra hendak menyebrang jalan. ***

Sukris Priatmo

Komentar